Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Rayakan Ulang Tahun Seperti Keluarga Kerajaan, Presiden Prancis Panen Kritik

- Senin, 18 Desember 2017 16:33 WIB
378 view
Rayakan Ulang Tahun Seperti Keluarga Kerajaan, Presiden Prancis Panen Kritik
PARIS (SIB) -Presiden Prancis, Emmanuel Macron baru saja merayakan hari ulang tahunnya ke-40 pada Sabtu 16 Desember. Sayangnya, perayaan bertambahnya usia orang nomor satu di Negeri Mode itu tak lepas dari kritik rakyatnya. Pasalnya, Presiden Macron menggelar pesta dengan gaya kerajaan atau bangsawan.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Minggu (17/12), Presiden Macron merayakan ulang tahunnya di istana ikonik Raja Francois I. Bersama sang istri, Brigitte serta keluarga besarnya yang lain, Macron menghabiskan akhir pekan di Istana Chambord di Lembah Loire. Istana ini tepatnya terletak sekira 200 kilometer (km) barat daya Ibu Kota Paris.

Berdasarkan informasi dari media lokal Prancis, harian Prancis La Nouvelle Republique, Macron dan keluarganya juga akan tinggal di salah satu pondok di tengah perkebunan besar dengan harga sewa yang tinggi. Pondok yang fasilitasnya setara dengan hotel bintang 4 tersebut diketahui memiliki harga sewa mencapai Rp20 juta per malamnya.

Menanggapi kritik ini, pihak Istana Kepresidenan Prancis atau Istana Elysee telah memberikan konfirmasi bahwa Presiden Macron menggunakan dana pribadi untuk merayakan hari jadinya. Namun, pernyataan ini tetap tak bisa menghindarkan Presiden Macron dari kritik terutama dari para musuh politiknya.

"Kenapa dia merayakan ulang tahunnya di Chambord? Sungguh ide aneh, merayakan ulang tahun ala keluarga kerajaan benar-benar sebuah hal yang konyol," ujar politisi sayap kiri, Jean-Luc Melenchon.

"Sementara warga Prancis menderita karena harus membayar pajak yang tinggi dan didera ketidakamanan (aksi teror), Macron justru merayakan ulang tahunnya yang ke-40 di Chambord," ujar politisi sayap kiri lainnya, Dupont-Aignan.

Aignan menambahkan, keputusan Macron yang demikian telah menunjukkan bahwa ia tak dekat dengan masyarakat dan justru menjauhkan diri. Sebagaimana diberitakan, elektabilitas Presiden Macron turun drastis sejak menjabat. Ia dinilai tidak bijak dalam mengatur anggaran negara dan kerap melakukan pemborosan.
Beberapa waktu lalu, presiden berwajah tampan itu juga memicu kontroversi setelah kedapatan melontarkan kalimat yang dinilai menghina pegawai berpenghasilan rendah. (Rtr/okz/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru