Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Prajurit Korsel Tembak Mati 5 Rekannya di Perbatasan Korut

- Senin, 23 Juni 2014 11:44 WIB
760 view
Prajurit Korsel Tembak Mati 5 Rekannya di Perbatasan Korut
SIB/Ap Photo
Pasukan Angkatan Darat Korsel bersiaga dalam truk saat diberangkatkan mengejar pelaku penembakan sesama rekan tentara di perbatasan Korut, Minggu (23/6) yang menewaskan 5 orang.
SEOUL (SIB)- Seorang prajurit Korea Selatan menembak mati lima rekannya di satu pos penjagaan di dekat perbatasan dengan Korea Utara. Prajurit yang juga melukai lima orang lainnya itu kabur dengan membawa senjata. AD Korea Selatan kini sedang melakukan pengejaran.

Penembakan itu terjadi di satu pos penjagan di Goseong, sekitarĀ  330 kilometer sebelah timur laut ibu kota Seoul, Sabtu (21/6). Pos penjagaan tempat insiden ini terjadi terletak di dekat zona demiliterisasi (DMZ), satu zona penyangga di sepanjang perbatasan kedua Korea, yang dikenal sebagai perbatasan terakhir Perang Dingin. "Prajurit itu menembak mati lima rekannya dan melukai lima prajurit lain. Kemudian dia kabur membawa senjata dan amunisi," kata seorang juru bicara militer Korea Selatan.

Saat ini pasukan Korea Selatan (Korsel) telah mengepung dan terlibat baku tembak dengan tentara yang membunuh lima rekan-rekannya dengan granat dan senjata api. Tentara, yang hanya diidentifikasi sebagai Sersan Lim tersebut, menembak mati lima anggota unitnya pada Sabtu malam. Dia juga melukai tujuh orang lainnya di markasnya di Goseong, yang berbatasan dengan Korea Utara (Korut). Melansir Mirror, Minggu (22/6), usai menembak mati lima rekannya, dia kemudian pergi dengan senapan dan beberapa amunisi. Korbannya diyakini adalah sersan staf, seorang sersan, kopral, dan dua prajurit.

Menurut kantor berita YTN, helikopter telah dikerahkan untuk menjelajahi bukit pada Minggu, 22 Juni pagi dan pasukan kini telah menemuinya sedang berada di dekat sekolah. Sersan Lim dilaporkan melepaskan tembakan pada mereka yang berusaha untuk menangkapnya. Para pemimpin militer diberi wewenang menembak untuk membunuh target kecuali dia menyerah. Sersan Lim sedianya akan dibebaskan dari dinas militer pada September 2014.

Orangtuanya juga telah dibawa ke lokasi tersebut, di mana ibunya telah memintanya untuk menyerahkan diri. Korsel menerapkan wajib militer di negaranya, para pejabat setempat tak menampik jika para prajurit memerlukan perhatian khusus setelah mengalami kesulitan beradaptasi dengan kehidupan militer. Sejauh ini tidak terdapat indikasi keterlibatan Korea Utara dalam insiden tersebut, meski ketegangan terus terjadi di antara kedua negara itu. Kejadian penembakan seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Tahun lalu, prajurit Korea Selatan menembak mati seorang pria yang mereka duga mencoba menyeberangi perbatasan menuju wilayah Korea Utara.

Lalu pada 2011, seorang kopral marinir Korsel berusia 19 tahun menembak membabi buta di pangkalan militer Pulau Gwanghwa, yang terletak di sebelah selatan perbatasan laut kedua Korea. Dan pada 2005, seorang prajurit melemparkan granat dan menembaki sebuah unit angkatan darat yang menewaskan delapan orang dan melukai beberapa orang lainnya. (Sky News/okz/kps/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru