Baghdad (SIB) -Kuburan massal ditemukan di kota Kirkuk, Irak utara, berisi jasad-jasad puluhan warga sipil dan personel keamanan yang tampaknya dieksekusi oleh para militan ISIS. Gubernur Kirkuk, Rakan Said al-Juburi mengatakan, ini merupakan kuburan massal ke-14 yang ditemukan di wilayah tersebut.
"Warga setempat dan penggembala mengarahkan pasukan keamanan ke kuburan massal tersebut yang tampaknya berisi jasad lebih dari 75 warga sipil dan personel keamanan," tutur Juburi seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/1).
Juburi mengatakan, para korban "dieksekusi dengan keji oleh para jihadis yang menduduki Hawija", salah satu basis perkotaan terakhir yang dikuasai ISIS sebelum pasukan Irak berhasil merebutnya kembali tahun lalu. Jasad-jasad itu ditemukan di dekat desa Ryadh, sekitar 45 kilometer sebelah barat kota Kirkuk. Disebutkan Juburi, para korban ditembak di bagian kepala dengan kedua tangan mereka diikat ke belakang.
Pasukan keamanan Irak telah menemukan puluhan kuburan massal sejak mereka berhasil mengalahkan kelompok teroris ISIS pada tahun 2017, setelah tiga tahun menduduki sebagian besar wilayah Irak utara dan barat.
Sementara itu helikopter militer Amerika Serikat menggempur beberapa kendaraan di provinsi al-Anbar, Irak. Setidaknya 7 warga sipil tewas dan 11 orang lainnya luka-luka dalam serangan itu. Media-media lokal melaporkan serangan itu terjadi di sebelah barat Ramadi, ibu kota provinsi Anbar.
Menurut televisi Irak, Alsumaria yang mengutip pejabat keamanan Irak, helikopter militer AS tersebut telah menyerang beberapa kendaraan warga sipil di kawasan al-Baghdadi, Ramadi. Alsumaria melaporkan, kepala kota al-Baghdadi dan kepala kepolisiannya termasuk di antara korban luka. Kondisi keduanya dilaporkan serius. Belum jelas mengapa serangan itu terjadi. Sejauh ini belum ada komentar dari militer AS mengenai serangan tersebut.
Amerika Serikat selama ini memimpin koalisi sekutu-sekutunya dalam operasi militer untuk memerangi kelompok teroris ISIS di Irak. Pemerintah Irak secara resmi telah mengumumkan berakhirnya operasi melawan ISIS tersebut pada Desember 2017 lalu. Namun kantong-kantong ISIS dilaporkan masih tetap aktif di wilayah-wilayah pedesaan di negeri itu.
(Detikcom/l)