Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Pesawat Pakistan Ditembaki, 1 Wanita Tewas

- Kamis, 26 Juni 2014 19:21 WIB
146 view
Pesawat Pakistan Ditembaki, 1 Wanita Tewas
Peshawar (SIB)- Sekelompok pria bersenjata melepas tembakan ke arah pesawat penumpang di Peshawar, Pakistan. Aksi penembakan ini menewaskan 1 orang dan melukai 2 orang lainnya. Insiden ini terjadi ketika pesawat milik Pakistan International Airlines (PIA) hendak mendarat di bandara Peshawar pada Selasa (24/6). Pesawat ini terbang dari Riyadh, Arab Saudi dengan membawa lebih dari 170 penumpang.

"Tembakan dilepaskan dari luar bandara, satu penumpang wanita dan dua pramugari terluka, penumpang wanita tersebut kemudian meninggal di rumah sakit," ujar juru bicara maskapai PIA, Mashud Tajwar seperti dilansir AFP, Rabu (25/6).

Akibat insiden ini, operasional penerbangan di Bandara Internasional Bacha Khan, Peshawar terpaksa dihentikan sementara. Seorang polisi senior setempat, Muhammad Faisal menyebutkan, sekitar 4-5 peluru mengenai pesawat. "Operasional penerbangan sempat dihentikan sementara," ucap Faisal kepada AFP.

Serangan ini terjadi setelah militer Pakistan melancarkan operasi besar pada 16 Juni di wilayah North Waziristan, yang ada di dekat perbatasan Afghan. Pasca insiden ini, kepolisian setempat menyisir lokasi kejadian hingga ke luar bandara untuk mencari para pelaku.

Polisi senior lainnya, Najeeb Ur Rehman menyebut insiden ini seperti malapetaka, karena pesawat PIA tersebut hanya berada pada ketinggian 1.500 meter di atas bumi ketika penembakan terjadi. "Pujian bagi pilot pesawat yang berhasil melakukan pendaratan dengan selamat," tuturnya.

Otoritas setempat tidak menyalahkan kelompok tertentu atas insiden di bandara Peshawar. Namun pekan lalu, militan Taliban mengancam perusahaan dan maskapai internasional untuk mengakhiri bisnis mereka di Pakistan, jika tidak, mereka akan menghadapi serangan maut.

Secara terpisah, kelompok militan Ansar-ul-Mujahedin yang merupakan pecahan dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil di North Waziristan yang menewaskan 2 tentara dan seorang warga sipil. Militan ini bahkan mengancam akan kembali melakukan serangan lainnya.
"Ini hanya awal dari serangan kami dan kami akan melakukan serangan lainnya terhadap pemerintah dan etnis setempat jika mereka membentuk pasukan anti-Taliban," ujar juru bicara militan tersebut, Abu Baseer kepada AFP via telepon, dari lokasi yang tidak diketahui. (Detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru