Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

PM Malaysia Tegaskan Tidak Mendukung ISIL

- Jumat, 27 Juni 2014 17:21 WIB
320 view
PM Malaysia Tegaskan Tidak Mendukung ISIL
Kuala Lumpur (SIB)- Pemerintah Malaysia menegaskan memerangi terorisme, termasuk kelompok militan ISIL di Irak. Pernyataan ini disampaikan menyusul pemberitaan soal komentar Perdana Menteri Najib Razak yang menjadikan ISIL teladan bagi kader UMNO.

Diberitakan Malaysian Insider, Kamis (26/6) juru bicara Najib dalam pernyataannya mengatakan bahwa komentar perdana menteri disalahartikan oleh banyak media negeri itu. Menurutnya, ISIL hanya disinggung sedikit, bukan berarti PM Najib mendukungnya. "ISIL disinggung sedikit dan sekilas, tapi yang terpenting adalah mencatat bahwa perdana menteri tidak mungkin mendukung ISIL. Jika ada tuduhan seperti itu, berarti salah total," kata jubir Najib.

Menurut dia, malah pemerintah Malaysia telah menganggap ISIL sebagai kelompok teroris dan akan memerangi mereka. Salah satu caranya adalah menangkapi anggota ISIL di Malaysia. Najib dalam hal ini punya sikap tegas melawan kekerasan dan ekstremisme di dunia. "Perdana menteri menyerukan gerakan global dalam menolak setiap bentuk ekstremisme dan akan mendukung moderasi," lanjut dia lagi.

Sebelumnya media di Malaysia ramai-ramai menulis soal Najib yang mengambil contoh ISIL sebagai teladan bagi kader partai pada acara peringatan 20 tahun cabang UMNO di Cheras, Kuala Lumpur. ISIL menurutnya adalah contoh bagi keberanian yang harus diambil pada pemuda UMNO.

"Apakah kita setuju atau tidak itu masalah lain, kelompok ISIS dengan kekuatan hanya 1.300 orang bisa mengalahkan tentara Irak yang berjumlah 30.000 tentara. Bahkan empat sampai lima jenderal dengan tiga, empat bintang, berlarian menyelamatkan diri, loncat dari jendela malam-malam," kata Najib.

Publik Malaysia sendiri banyak yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Dilaporkan ada lebih dari 20 orang Malaysia yang bertempur bersama ISIL di negara itu. Bahkan dilaporkan ada seorang warga Malaysia yang menjadi pengebom bunuh diri yang menewaskan 25 tentara Irak bulan lalu.

Sebanyak 16 orang ditahan di Malaysia karena diduga terlibat dengan kelompok tersebut. Empat di antaranya telah didakwa, sementara empat lainnya masih dalam penyelidikan. Sisanya dibebaskan karena kurang bukti. (MalaysianInsider/vvn/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru