Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Presiden Korsel Minta Maaf Atas Penembakan Brutal Tentara

- Selasa, 01 Juli 2014 12:06 WIB
250 view
Presiden Korsel Minta Maaf Atas Penembakan Brutal Tentara
Seoul (SIB)- Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-Hye meminta maaf atas penembakan brutal yang dilakukan seorang prajurit wajib militer. Hingga kini, motif penembakan yang menewaskan lima orang itu belum diketahui pasti. Lim, sersan berumur 22 tahun itu menembak membabi-buta rekan-rekan satu unitnya di pos penjagaan di dekat perbatasan dengan Korea Utara (Korut) pada 21 Juni lalu. Selain menewaskan 5 orang, tujuh tentara lainnya luka-luka dalam insiden itu.

"Saya menyampaikan duka cita mendalam saya bagi para korban... dan merasa sangat menyesal bagi para orangtua yang putra-putranya mengabdi di militer atas keresahan mereka," tutur Presiden Park seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/6). "Harus ada penelitian seksama atas adanya kultur dan praktik-praktik yang keliru di barak," imbuhnya dalam pertemuan dengan para pejabat pemerintah Korsel. Lim ditangkap hidup-hidup setelah 24 jam dikepung oleh ribuan tentara. Lim ditangkap setelah menembak dirinya sendiri di bagian dada.

Belum diketahui pasti motif penembakan tersebut. Namun diduga Lim merupakan salah satu korban bullying di barak militer. Aksi bullying marak terjadi di kalangan para wajib militer yang masih baru. Sejumlah kasus bunuh diri dan aksi penembakan massal beberapa waktu sebelumnya, diduga dipicu oleh aksi bullying tersebut.

Lim diketahui mengalami kesulitan untuk beradaptasi di militer. Dia telah menjadi wajib militer sejak tahun 2012 lalu. Tiga bulan lagi dia akan menyelesaikan wajib militer tersebut. Dari hasil pemeriksaan psikologi sebelumnya, para atasan Lim diimbau untuk memberikan perhatian khusus pada pemuda tersebut. (AFP/dtc)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru