Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

Obama: Pelaku Jihad Asal Eropa Ancaman Bagi AS

- Selasa, 01 Juli 2014 12:14 WIB
150 view
Obama: Pelaku Jihad Asal Eropa Ancaman Bagi AS
Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan adanya ancaman pelaku jihad yang berasal dari negara-negara Eropa. Keberadaan pelaku jihad yang telah mendapat pelatihan di Suriah dan Irak ini, bisa mengancam keamanan AS.

Karena menurut Obama, dengan paspor Eropa mereka bisa masuk ke wilayah AS tanpa perlu visa. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (30/6). Menurut laporan terbaru, hampir 800 warga Prancis telah menjalani pelatihan dan bertempur dalam perang sipil Suriah. Sedangkan otoritas Belgia menyebut, ada 200 warganya yang pergi ke Suriah untuk berjihad.

Orang-orang yang memegang paspor Prancis, Belgia dan inggris -- serta sejumlah negara Eropa lainnya -- tidak memerlukan visa untuk mengunjungi wilayah AS. Ini berarti, mereka bisa menghindari pengawasan otoritas AS ketika masuk ke negara tersebut. "Kita telah melihat warga Eropa bersimpatik pada persoalan militan, mereka pergi ke Suriah dan mungkin sekarang pergi ke Irak, mendapatkan pelatihan dan pengalaman. Kemudian mereka kembali pulang," ujar Obama memperingatkan, dalam wawancara yang ditayangkan televisi AS, ABC pada Minggu (29/6) waktu setempat. "Mereka memiliki paspor Eropa. Mereka tidak memerlukan visa untuk bisa masuk ke wilayah AS," ucapnya.

Menurut Obama, pelaku jihad yang memegang kewarganegaraan negara Eropa sangat mengkhawatirkan. Obama menyatakan, pihaknya berusaha keras meningkatkan kemampuan intelijen demi menghadapi kondisi ini. "Kami harus meningkatkan kemampuan pengawasan, pengintaian, dan intelijen di sana. Pasukan khusus juga akan memiliki peran. Dan akan ada saatnya kami akan melakukan serangan terhadap kelompok yang membahayakan kami," tegasnya.

Kekhawatiran soal warga Eropa yang kembali dari aksi militan bukannya tanpa alasan. Sebab pernah terjadi sebelumnya, kasus seorang pria keturunan Prancis-Aljazair yang bertempur bersama militan Suriah selama lebih dari 1 tahun dan kemudian dia pergi ke Brussels, Belgia untuk melakukan aksi penembakan mematikan di sebuah museum Yahudi. Aksi pria bernama Mehdi Nemmouche tersebut terjadi pada 24 Mei lalu dan menewaskan 4 orang. (AFP/dtc/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru