Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026

3 Remaja Ditemukan Tewas, Israel Bersumpah Balas Dendam

- Rabu, 02 Juli 2014 13:26 WIB
214 view
 3 Remaja Ditemukan Tewas, Israel Bersumpah Balas Dendam
Tel Aviv (SIB)- Setelah belasan hari menghilang di wilayah Tepi Barat, tiga remaja Israel ditemukan telah menjadi mayat. Otoritas Israel menemukan jasad ketiganya pada Senin, 30 Juni malam waktu setempat. Pemerintah Israel pun bertekad bahwa Hamas akan membayar atas penculikan dan pembunuhan ini.

"Malam ini, kita menemukan tiga jasad dan semua tanda mengindikasikan bahwa mereka adalah jasad tiga remaja kita yang diculik," kata Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam sidang para menterinya. "Mereka diculik dan dibunuh dengan keji oleh manusia-manusia binatang," cetusnya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (1/7). "Hamas bertanggung jawab dan Hamas akan membayarnya," tandas pemimpin negeri Yahudi itu.

Atas ancaman Netanyahu, Hamas balik mengancam Israel. Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri membantah keterlibatan pihaknya dalam penculikan dan pembunuhan tiga ABG Israel itu. Zuhri bahkan mengancam akan "membuka pintu neraka" terhadap Israel jika sampai melancarkan serangan di Jalur Gaza.
"Kisah menghilangnya dan pembunuhan tiga pemukim ini hanya didasarkan pada narasi Israel saja," cetus Zuhri. "Penjajah Israel mencoba menggunakan narasi ini untuk menjustifikasi perang berskala besar terhadap rakyat kami, terhadap perlawanan dan terhadap Hamas," imbuhnya. "Jika Netanyahu melancarkan perang terhadap Gaza, pintu neraka akan terbuka baginya," ujar Zuhri.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam keras pembunuhan tiga remaja Israel. Ban pun menyerukan semua pihak untuk mencoba mengendalikan situasi agar tidak semakin meruncing. Dalam statemennya yang dirilis kantor Ban, pemimpin badan dunia itu mengecam sekeras-kerasnya pembunuhan tersebut.

"Tak ada justifikasi untuk pembunuhan warga sipil yang disengaja," tegas Ban seraya berharap agar pemerintah Israel dan Palestina bekerja sama untuk menemukan para pelaku dan mengadili mereka. "Perbuatan mengerikan oleh musuh-musuh perdamaian ini bertujuan untuk semakin menimbulkan perpecahan dan ketidakpercayaan serta memperluas konflik," demikian disampaikan Ban dalam statemennya.

Sementara Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam pembunuhan tersebut. "Amerika Serikat mengecam sekeras mungkin aksi teror tak berperikemanusiaan ini terhadap kaum muda tak bersalah," kata Obama dalam pernyataan tertulis.

Dikatakan Obama, sebagai seorang ayah, dia tak bisa membayangkan "sakit tak terlukiskan yang dialami para orangtua ketiga remaja putra ini." Dalam statemennya, Obama juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri dari langkah-langkah yang bisa semakin mengganggu kestabilan situasi."

Ketiga jasad remaja Israel tersebut ditemukan di sebuah tanah kosong di Tepi Barat bagian selatan. Ketiganya diidentifikasi sebagai Gilad Shaer (16) dari kawasan pemukiman Talmon di dekat kota Ramallah, Naftali Frenkel (16) dari Nof Ayalon dan Eyal Ifrach (19) dari Elad, yang berada di wilayah Israel tengah.
Temuan ini terjadi 17 hari setelah ketiga ABG itu menghilang. Hilangnya ketiga remaja itu telah memicu operasi militer besar-besaran yang dilancarkan Israel. Lima warga Palestina tewas dan lebih dari 400 warga Palestina telah ditangkap dalam operasi tersebut.

Dua anggota Hamas bernama Marwan Qawasmeh dan Amer Abu Eishe dituding otoritas Israel sebagai tersangka utama. Keduanya hingga kini masih terus diburu. Namun menurut saksi mata, pasukan Israel meledakkan rumah kedua pria itu pada Selasa (1/7) dini hari waktu setempat.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa. Menurut kelompok HAM setempat, ini merupakan peledakan pertama yang dilakukan Israel sebagai hukuman sejak militer Israel menghentikan praktik tersebut pada tahun 2005. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru