Washington (SIB)- Masih ingat dengan nama Monica Lewinsky? Perempuan yang menjadi sorotan skandal seks dengan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton, mulai bersuara setelah skandal memalukan itu. Dalam wawancara televisi pertamanya dalam satu dekade, Lewinsky mengaku dirinya sebagai perempuan yang paling sering dipermalukan dan dihina.
"Saya perempuan yang paling dipermalukan di seluruh dunia,†ujarnya, menurut preview wawancara yang muncul di acara “Today†yang ditayangkan NBC pada hari Selasa, seperti dikutip VOA Indonesia, Rabu (2/7). "Dijuluki bodoh dan pelacur dan tolol dan kata-kata saya digunakan tidak dalam konteksnya, sangat menyiksa," tuturnya.
Hubungan asmara tersembunyi antara Lewinsky dengan Clinton, hampir membuat karir Clinton sebagai Presiden AS terhenti. Namun pada akhirnya, Senat AS membatalkan keinginan banyak pihak untuk melakukan pemecatan terhadap Clinton dan menyelesaikan masa jabatan kedua sebagai Presiden AS pada 2001.
Adapun Lewinsky justru menjadi pesakitan setelah skandal itu mencuat ke permukaan. Ketika Jaksa Kenneth Starr mengeluarkan laporan tentang skandal tersebut, seketika kehidupan pribadinya tercoreng. Laporan yang dikeluarkan Starr menyebutkan detail yang terperinci tentang hubungannya dengan Clinton. Hal ini termasuk juga aktivitas seksualnya bersama suami dari Hillary Clinton itu. "Saya tidak pernah merasa sangat dipermalukan seperti saat itu. Maksud saya, saya dipermalukan bertubi-tubi," keluh Lewinsky.
Lewinsky tidak pernah lagi muncul ke publik setelah skandal tersebut mulai dilupakan, tapi namanya kembali disebut-sebut dalam percakapan politik AS, ketika Hillary Clinton dikutip menyebut Lewinsky sebagai "seorang narsistik tolol" dalam sebuah artikel yang didasarkan informasi dari temannya.
Lewinsky buka mulut Juni lalu dalam sebuah artikel untuk majalah Vanity Fair. Melalui artikel itu dirinya mengatakan bahwa sangat menyesali apa yang pernah terjadi dan bertekad untuk menentukan akhir yang berbeda tentang kisahnya.
(VoA/q)