Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Korut Kembali Berulah, Tembakkan 2 Rudal Balistik

- Kamis, 03 Juli 2014 14:05 WIB
323 view
 Korut Kembali Berulah, Tembakkan 2 Rudal Balistik
Seoul (SIB)- Otoritas Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang. Uji coba ini dilakukan menyusul serangkaian uji coba rudal yang digelar menjelang kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Selatan (Korsel).

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/7), dua roket yang dilepaskan Korut tersebut memiliki jarak jangkauan sekitar 180 kilometer dari Kota Pesisir Wonsan. Ini ketiga kalinya uji coba serupa dilakukan Korut dalam sepekan terakhir. Ketiganya diarahkan ke Laut Jepang. Pemerintah Jepang telah mengeluarkan protes resmi atas uji coba rudal dan roket yang dilakukan Korut. Jepang menyebut uji-uji coba itu "sangat disesalkan".

Uji tembak roket ini dilakukan di malam menjelang kedatangan Presiden Xi di Seoul, Korsel yang dijadwalkan tiba pada Kamis (3/7). Xi akan melakukan pertemuan dengan Presiden Korsel Park Geun-Hye, dengan isu program senjata nuklir Korut akan menjadi agenda teratas dalam pembicaraan kedua pemimpin. Selama ini, Seoul dan Washington telah berulang kali mendesak Beijing untuk lebih menekan Pyongyang agar menghentikan ambisi nuklirnya. Ini merupakan pertemuan kelima antara Presiden Xi Jinping dengan Presiden Korsel Park Geun-hye. Park sebelumnya sudah empat kali menyambangi Beijing untuk berdialog dengan Xi.

Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan, ada beberapa kemungkinan motif atas uji coba rudal dan roket yang dilakukan Korut. Salah satunya adalah untuk konsumsi dalam negeri atau untuk menunjukkan kekuatan Korut kepada komunitas internasional dan atau sebagai peringatan bagi Seoul. "Apapun alasannya, sikap kami adalah bahwa setiap langkah yang bisa meningkatkan ketegangan militer di semenanjung Korea harus dihentikan," tegas juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Eui-Do.

Hubungan Korut dan Tiongkok  dikabarkan merenggang sejak Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan Tiongkok menjatuhkan sanksi kepada Pyongyang atas uji rudal balistik. Beijing geram atas aksi sekutunya yang dinilai membahayakan kawasan.

Bentuk sanksi yang diterapkan PBB kepada Korut di antaranya berupa larangan bagi elite Korea Utara mengimpor barang mewah, seperti kapal pesiar, mobil balap, mobil mewah dan sejumlah perhiasan. Negara anggota PBB juga diminta memeriksa seluruh kargo kapal dan pesawat Korut yang mencurigakan. Sejak terpilih sebagai pemimpin Korut pada 2011, Kim Jong-un belum pernah bertemu dengan Xi.

Selain terkait kunjungan Xi, peluncuran rudal ini juga ditengarai lantaran Korsel menolak permintaan Korut untuk mengurangi ketegangan. Pyongyang meminta Seoul untuk menghentikan latihan militer dengan Amerika Serikat. Korut menilai latihan gabungan Korsel-AS telah memprovokasi pihaknya.

Akan tetapi, Korsel menegaskan bahwa latihan militer dengan AS itu tidak bermaksud mengganggu stabilitas kawasan. Seoul menyatakan baru mau menyetop latihan bersama Washington bila Korut benar-benar serius menghentikan pengembangan nuklir. (Detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru