Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 18 Maret 2026
PM Israel Minta Putin Singkirkan Iran dari Suriah

Badan Intelijen Israel Klaim Gagalkan 160 Upaya Pembunuhan Pemimpin Arab

- Jumat, 13 Juli 2018 22:44 WIB
369 view
Badan Intelijen Israel Klaim Gagalkan 160 Upaya Pembunuhan Pemimpin Arab
Yerusalem (SIB) -Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Kepada Putin, Netanyahu mengatakan negaranya tak berniat mengancam pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Dilansir Reuters, Kamis (12/7), Netanyahu meminta Putin untuk menyingkirkan pasukan Iran dari Suriah. Israel meminta Rusia melakukan hal tersebut.

"Kami tidak akan mengambil tindakan terhadap rezim Assad, dan Anda membuat orang Iran keluar," kata seorang pejabat Israel yang meminta namanya dirahasiakan, seperti mengutip perkataan Netanyahu kepada Putin dalam pertemuan di Moskow.

Dia menambahkan Rusia sudah berusaha menjauhkan pasukan Iran dari daerah-daerah Suriah dekat dataran tinggi Golan yang diduduki Israel. Tetapi Israel meminta pasukan Iran keluar sepenuhnya dari Suriah. Rusia sendiri merupakan pendukung utama kekuatan Assad.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan pertemuannya dengan Putin membahas Suriah, Iran, dan soal keamanan Israel. "Saya menghormati komunikasi secara langsung dan tak langsung komunikasi saya dengan Presiden Rusia," kata Netanyahu kepada wartawan sebelum terbang ke Moskow.

Saat bertemu Putin, Netanyahu mengatakan Israel menembak jatuh pesawat tanpa awak (drone) Suriah yang menembus wilayah udara negaranya. Dia mengatakan penembakan ini adalah kali kedua negaranya menembak drone yang melintasi perbatasan dalam tiga minggu terakhir.

"Sebuah pesawat tanpa awak dari perbatasan Suriah menembus wilayah teritorial Israel beberapa jam yang lalu. Pesawat itu berhasil ditembak jatuh. Saya ingin menunjukkan bahwa kami akan mencegah setiap upaya melanggar perbatasan air atau darat kami," kata Netanyahu, ketika bertemu Putin. 

Dia mengatakan penembakan ini adalah kali kedua negaranya menembak drone yang melintasi perbatasan dalam tiga minggu terakhir. Ketegangan mulai meningkat di perbatasan saat pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menekan Israel.

Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, mengatakan sebelumnya drone juga telah melintasi Jordania. Tampaknya drone tersebut tak bersenjata dan dirancang untuk pengawasan, drone itu jatuh di dekat Laut Galilea di kaki bukit dataran tinggi Golan. "Kami masih menyelidiki mengapa itu terjadi, apakah itu misi militer dan apakah menyeberang dengan sengaja atau tersesat," katanya. 

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan drone itu memantik alarm di Dataran Tinggi Golan. "Sebuah pesawat nirawak (UAV) berhasil dicegat Patriot kami, dan menyalakan peringatan di Golan dan Emek HaYarden," ujar IDF.

Region Emek HaYarden adalah kawasan yang terletak di barat daya Golan, dan berbatasan langsung dengan Suriah. IDF menjelaskan, drone itu langsung melewati perbatasan Israel sehingga dilacak oleh sistem pertahanan anti-serangan udara. Pasca-laporan adanya drone itu, polisi Israel berkata mereka segera menginstruksikan kapal yang ada di kawasan Laut Galilea menjauh dengan alasan keamanan. 

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel berada dalam kondisi siaga setelah terjadi konflik di kawasan selatan yang berbatasan dengan Suriah. Sebabnya, baku tembak dalam perang sipil yang terjadi dalam tujuh tahun terakhir telah menyentuh Golan. Tel Aviv khawatir karena menuding pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad itu juga mendapat sokongan dari militer Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan tidak akan membiarkan Iran yang merupakan musuh utamanya melintasi negaranya. Februari, Israel mencegat sebuah drone yang diklaim dikirimkan Iran. Kemudian mereka juga melakukan serangan udara ke tempat yang diduga dihuni pasukan Iran. 

Gagalkan Upaya Pembunuhan Pemimpin Arab
Badan intelijen Israel, Mossad, diklaim telah berhasil mengagalkan hingga lebih dari 160 percobaan pembunuhan yang menargetkan pemimpin Arab. Klaim tersebut disampaikan seorang jurnalis Kurdi di Israel, Mahdi Majeed, yang mengaku mendapatkan informasi tersebut dari dokumen intelijen rahasia yang belum diungkapkan. 

Disampaikan Majeed, melalui akun media sosial Twitter miliknya, tanpa bantuan dari Mossad hampir setengah dari pemimpin Arab saat ini dan di masa lalu telah terbunuh. "Hari ini, saya telah melihat dokumen intelijen yang akan segera dirilis. Singkat kata, berdasarkan dokumen tersebut Mossad telah menggagalkan hingga lebih dari 160 upaya pembunuhan yang menargetkan mantan pemimpin Arab, terutama terhadap pemimpin Arab saat ini," tulis Majeed.

Namun tidak diungkapkan secara rinci kapan pastinya upaya percobaan pembunuhan yang telah digagalkan tersebut, maupun cara intelijen Israel menggagalkannya. Dalam postingan sebelumnya, Majeed juga mengunggah sebuah foto saat bersama dengan Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz. 
"Menantikan pengungkapan rahasia eksklusif untuk pertama kalinya mengenai negara-negara Arab secara umum dan kawasan teluk secara khusus," tulis Majeed bersama foto tersebut. Sebagai badan intelijen milik Israel, Mossad disebut telah menjalin hubungan secara formal dengan sejumlah lembaga intelijen di negara-negara Arab pada umumnya, termasuk dengan Yordania, Mesir, Maroko dan beberapa negara di kawasan Teluk Arab. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru