Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Myanmar Mulai Tenang, 4 Orang Ditangkap

- Sabtu, 05 Juli 2014 20:59 WIB
160 view
Myanmar Mulai Tenang, 4 Orang Ditangkap
Yangon (SIB)- Warga Muslim di Myanmar bisa beribadah dengan tenang setelah diterapkannya jam malam di Mandalay. Sebelumnya kota ini didera kerusuhan yang berlangsung selama dua hari. Pihak berwenang Myanmar menerapkan jam malam pada Kamis 3 Juli 2014 dan aparat kepolisian melakukan patroli di jalan-jalan.

Hal tersebut dilakukan setelah terjadinya serangan terhadap warga minoritas Muslim yang menewaskan dua orang dan 14 orang lainnya terluka.

Kerusuhan terbaru yang terjadi dikhawatirkan bisa memicu terjadinya kekerasan etnis yang sudah mewabah di negara itu selama dua tahun terakhir.

Pemerintah Daerah Mandalay memaparkan detail serangan yang terjadi pada website resmi mereka hari ini. Detail tersebut menunjukkan imbas dari kerusuhan dan menyatakan sekira 50 orang terlibat dalam kejadian ini, termasuk sekira 20 biksu. Menurut Kepala Daerah Mandalay Ye Myint, empat orang dilaporkan ditangkap dalam penyerangan tersebut. Sementara pemilik toko mulai membuka tempat usaha mereka yang diserang oleh warga Myanmar.

"Kini kami bisa berdoa dengan damai dan kami bisa tidur dengan nyenyak," ujar seorang warga, Tin Aung, seperti dikutip The Washington Post, Jumat (4/7). Aung mempertanyakan, mengapa pemerintah butuh waktu dua hari untuk mengatasi massa yang melakukan penyerangan. Akibat penyerangan tersebut satu masjid menderita kerusakan. Selain itu toko-toko dan mobil juga dibakar massa. "Jika saja pemerintah mengambil langkah cepat, kematian dan kerusakan bisa dihindari," tutur warga lain A Mar Ni.

Ini merupakan insiden kekerasan sektarian terbaru yang terjadi di negeri itu. Sebelumnya di negara bagian Rakhine, Myanmar barat, sedikitnya 250 orang tewas sejak kekerasan sektarian terjadi pada tahun 2012 lalu. Ratusan ribu orang telah kehilangan tempat tinggal. Sebagian besar korban adalah warga muslim Rohingya. Hingga kini dilaporkan 280 warga tewas dan 140 ribu lain kehilangan rumah akibat kekerasan tersebut, sebagian besar korban adalah warga Muslim Rohingya. (okz/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru