Tokyo (SIB) -Korban tewas akibat topan terkuat di Jepang selama 25 tahun terakhir telah mencapai 11 orang dan 600 orang mengalami luka-luka. The Asahi Shimbun mengabarkan, badai yang menerjang kawasan Jepang bagian barat pada Selasa (4/9) itu juga membuat ribuan orang telantar di bandara. Topan Jebi itu juga menyebabkan infrastruktur rusak. Dalam foto yang dirilis oleh Jiji Press, Rabu (5/8), terlihat mobil bertumpuk tak beraturan, tumpang-tindih, dan ada pula yang terbalik akibat terjangan angin kencang di Kobe, Prefektur Hyogo. Selain itu, kendaraan di tempat parkir dekat kantor Sakishima milik pemerintah Prefektur Osaka di Suminoe Ward juga dalam kondisi terbalik.
Di area bongkar muat di Osaka juga tampak kontainer berjatuhan bak lego ketika dipandang dari atas. Di Kyoto, topan merobohkan sebagian langit-langit stasiun kereta utama. Embusan kuat menghancurkan atap rumah, membuat truk terbalik di jembatan, dan menyeret 2.591 ton kapal tanker yang berlabuh di Osaka Bay ke jembatan yang mengarah ke Bandara Internasional Kansai. Ribuan penumpang terpaksa menginap semalam di bandara yang menjadi hub penting bagi industri semikonduktor global itu. Liputan televisi juga menunjukkan kerumunan orang antre membeli makanan dan minuman di toko serba ada di dua terminal utamanya. Angin berkekuatan hingga 216 km per jam itu membuat lebih dari 1,2 juta orang diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka menyusul topan Jebi yang mendekati area Kansai.
Bisnis, pabrik, dan sekolah di wilayah yang terdampak bencana ditutup, sementara badai memaksa pembatalan ratusan jadwal penerbangan, perjalanan feri, dan kereta peluru. Ekonom menilai masih terlalu dini untuk mengukur dampak badai terhadap industri lokal karena tergantung pula pada seberapa lama bandara akan tutup. Ekonom senior di Mizuho Research Institute, Yusuke Ichikawa, mengatakan, sekitar 10 persen aktivitas ekspor Jepang dikirim dari bandara Kansai. "Logistik bisa terpengaruh karena mungkin butuh waktu bagi Bandara Kansai untuk memulai kembali operasi," katanya
Namun, perusahaan mungkin dapat mengubah rute pengiriman untuk meminimalkan gangguan melalui bandara dan pelabuhan lain di dekatnya. Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan, pemerintah akan terus berupaya untuk memulihkan operasional bandara. "Kami terus melakukan upaya maksimal untuk menanggapi kerusakan bencana dan memulihkan infrastruktur," katanya.
Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sekitar 300 orang terluka. Tidak pasti kapan bandara Osaka akan dibuka kembali, dan beberapa jalan dan jalur kereta di daerah yang terkena dampak masih ditutup, katanya. "Pemerintah akan terus melakukan segala kemungkinan untuk mengatasi masalah ini dengan segera," kata Suga dalam sebuah konferensi pers.
JXTG Nippon Oil & Energy Corp, perusahaan kilang minyak terbesar di Jepang, menutup setidaknya satu unit pemurnian di kilang Sakai, Osaka, yang mampu memproduksi 135.000 barel per hari. Penutupan itu disebabkan oleh rusaknya fasilitas pendingin akibat terjangan Topan Jebi.
Kansai, yang mencakup Osaka dan Kobe, merupakan pusat industri berteknologi tinggi di Jepang. Banyak pabrik chip beroperasi di wilayah ini, termasuk Toshiba Memory, yang merupakan pemain terbesar kedua di dunia pada sektor terkait.
Mereka mengaku khawatir tentang ketidakpastian kapan Bandara Kansai dibuka kembali, karena berisiko menghambat distribusi produk yang mengandalkan kargo udara. "Kami terus memantau perkembangan, dan mungkin akan mengirimkan produk dari bandara lain," kata seorang juru bicara.
Mengutip laporan surat kabar Yomiuri, kemungkinan butuh waktu beberapa hari hingga seminggu penuh untuk membuka kembali bandara Kansai, tergantung kerusakannya. Sebagaimana diketahui, Jepang sering dilanda badai besar di saat musim panas, di mana baru kali ini, anomali cuaca yang berkategori sangat ekstrem kembali melanda Negeri Sakura. Pada bulan Juli, tanah longsor dan banjir besar --yang terburuk dalam beberapa dasawarsa-- disebut menewaskan lebih dari 200 orang, di mana kemudian diikuti oleh gelombang panas yang mematikan.
Hantam Teluk Meksiko
Satu orang dilaporkan tewas dan ribuan orang kehilangan aliran listrik akibat terjangan badai tropis Gordon, yang menghantam kawasan Teluk Meksiko, antara negara bagian Alabama dan Florida. Badai tersebut memicu hujan deras yang disertai angin berkecepatan tinggi di hampir sepanjang Selasa malam waktu setempat.
Seorang anak dilaporkan tewas tertimpa pohon, yang jatuh menimpa mobil yang ditumpangi bersama orangtuanya. Satu orang dilaporkan tewas dan ribuan rumah gelap gulita akibat terputus aliran listrik ketika Badai Tropis Gordon paling parah menghantam Central Bay -- wilayah di antara Alabama dan Florida -- pada Selasa malam dengan angin berkekuatan tinggi dan hujan lebat.
Menurut Pusat Badai Nasional AS, Badai tropis Gordon bergerak cepat menuju garis pantai pada sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat, dengan kecepatan angin 70 mil per jam, atau sekitar 112 kilometer per jam. Meski tidak mencapai kecepatan tinggi yang diperkirakan sebelumnya, namun peringatan kondisi "mengancam jiwa" tetap berlaku untuk daerah yang diperkirakan akan dilanda peningkatan gelombang badai, yakni di antara negara bagian Mississippi dan Alabama.
Selain itu, sebanyak lebih dari 27.000 rumah mengalami pemadaman listrik ketika Badai Tropis Gordon mendarat pada Selasa malam. Rata-rata kawasan yang mengalami pembatasan akses tersebut berada di sebagian wilayah selatan Alabama, sekitar ujung barat Florida, dan di Mississippi.
Kekuatan Badai Tropis Gordon diperkirakan melemah ketika bergerak ke pedalaman, dan diperkirakan akan menjadi depresi tropis pada hari Rabu. Lebih jauh di lepas pantai, sistem badai lain, bernama Florence, diketahui berkembang dengan cepat menjadi kategori 2 dan terpantau bergerak menuju pantai timur AS, yang menghadap Samudera Atlantik. (Liputan6/Kps/h)