Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Aksi Penembakan di Indiana, 2 Polisi Tewas

- Selasa, 08 Juli 2014 15:37 WIB
621 view
 Aksi Penembakan di Indiana, 2 Polisi Tewas
SIB/AP Photo/The Indianapolis Star, Matt Kryger
Karangan bunga dan bendera Amerika dibentangkan di atas kap mobil polisi Indianapolis yang biasanya digunakan opsir Perry Renn (inzet) yang tewas dalam baku tembak hari Minggu (6/7).
Indianapolis (SIB)- Aksi penembakan maut kembali terjadi di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian Indiana. Dua personel kepolisian setempat tewas saat mengamankan dua insiden penembakan terpisah di wilayah tersebut. Di kota Gary, Indiana, seorang polisi veteran bernama Jeffrey Westerfield tewas setelah merespons pengaduan masyarakat soal insiden penembakan.

Westerfield yang sudah menjadi polisi selama 19 tahun ini tewas tertembak pada Minggu (6/7) dini hari waktu setempat. Demikian seperti dilansir CNN, Senin (7/7). Media setempat, WLS yang merupakan afiliasi CNN melaporkan bahwa Westerfield tewas tepat saat hari ulang tahunnya ke-47.

Kepolisian setempat menyebut kematian ayah empat anak ini sebagai aksi kejahatan yang tidak masuk akal. Tiga pria yang terlibat penembakan tersebut telah diamankan dan hingga kini masih diinterogasi oleh kepolisian setempat.

Sehari sebelumnya, atau Sabtu (5/7) waktu setempat, seorang polisi di kota Indianapolis, Perry Renn tewas dalam insiden penembakan terpisah. Renn dan seorang polisi lainnya tengah berpatroli pada Sabtu (5/7) malam ketika mendekati sekelompok orang di salah satu gang setempat.

Tiba-tiba, salah satu orang dari kerumunan melepas tembakan ke arah Renn dan rekannya. Baku tembak antara polisi dengan kelompok pria tak dikenal itu pun terjadi. Nahas, salah satu tembakan mengenai Renn secara fatal. Tidak disebutkan di bagian mana luka tembak yang dialaminya. Namun nyawa Renn tak berhasil diselamatkan ketika dia dilarikan ke rumah sakit setempat. "Ini merupakan hari yang menyedihkan bagi keluarga besar IMPD (Indianapolis Metropolitan Police Department) dan juga masyarakat secara keseluruhan," ucap Kepala Kepolisian setempat, Rick Hite.

Pelaku penembakan Renn diidentifikasi sebagai pemuda 25 tahun bernama Major Davis Jr., yang juga mengalami luka cukup parah akibat baku tembak tersebut. Pemuda ini sempat kritis dan menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat, namun otoritas setempat tetap mendakwanya dengan dakwaan pembunuhan.

Kepolisian setempat menuturkan, Davis Jr. sedang menodongkan senapannya ketika Penn dan rekannya datang mendekat. Namun nenek Davis membela cucunya dengan menyebutnya bukannya orang jahat. "Dia bukan orang jahat. Ayahnya dibunuh oleh IMPD. Hal itu cukup untuk melukainya dan meninggalkan luka dalam hidupnya," sebut nenek Davis, Pam Moornan kepada media setempat, WISH. Moornan merujuk pada ayah Davis yang tewas akibat serangan jantung saat dalam tahanan polisi beberapa tahun lalu, ketika Davis masih remaja. (Detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru