Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

Kepala Sekolah Jadi Germo Bagi Muridnya

- Kamis, 10 Juli 2014 20:05 WIB
204 view
 Kepala Sekolah Jadi Germo Bagi Muridnya
Phnom Penh (SIB)- Sungguh keterlaluan! Seorang kepala sekolah di Kamboja dibekuk polisi karena menjadi germo bagi murid-muridnya. Kepala sekolah ini sengaja menyalurkan murid-muridnya, sebagian besar murid laki-laki untuk berhubungan seks dengan warga asing penyandang dana bagi sekolah tersebut.

Waha Long (32) yang juga merupakan pendiri yayasan Underprivileged Children School yang ada di wilayah Siam Reap, Kamboja dijerat dakwaan kekerasan seksual terhadap anak. Jika dinyatakan bersalah, dia terancam hukuman 5 tahun penjara. "Dia membuat anak-anak remaja tersebut tinggal di rumahnya demi memberikan pelayanan seks kepada warga asing yang mendonasikan dana kepadanya," ucap Kepala Divisi Antiperdagangan Manusia kepolisian setempat, Duong Thavary kepada AFP, Rabu (9/7).

Menurut Duong, pelaku dicurigai menyalurkan sedikitnya empat murid laki-laki untuk berhubungan seks dengan para penyandang dana. Kepolisian setempat, lanjut Duong, juga akan memburu warga asing yang terlibat kasus ini. Penangkapan Waha Long ini terjadi setelah salah satu mantan relawan pengajar di sekolah tersebut membuat laporan ke polisi tentang adanya perdagangan seks anak. "Kami memiliki semua bukti untuk melawannya (Waha Long)," tegas Duong. Dijadwalkan Waha Long akan mulai disidangkan pada Rabu (9/7) ini.

Mengunjungi sekolah dan juga panti asuhan telah menjadi daya tarik wisatawan di Kamboja, terutama Siam Reap yang merupakan kawasan wisata ternama. Namun kegiatan wisata yang tidak biasa tersebut memicu kekhawatiran dari publik dan aktivis HAM setempat. Sebabnya, aktivitas tersebut menempatkan anak-anak sebagai pihak yang dirugikan.

Menanggapi hal ini, direktur kelompok HAM anak setempat Action Pour Les Enfants, Samleang Sella menyerukan agar otoritas lebih berhati-hati dan waspada dalam pendirian sekolah maupun panti asuhan setempat. "Ini menjadi peringatan keras bagi otoritas setempat untuk lebih berhati-hati terkait pembukaan panti asuhan," tuturnya. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru