Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Laporan Dari New York

Indonesia Jadi Anggota DK PBB, JK Minta Dukungan di Sidang Umum

* IMF Fuji Indonesia di Markas PBB
- Sabtu, 29 September 2018 16:32 WIB
610 view
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, JK Minta Dukungan di Sidang Umum
New York (SIB) - Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DKK) PBB untuk periode 2019-2020. Jelang periode tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta dukungan di forum sidang umum PBB ke-73.

"Inilah sebabnya mengapa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang tidak permanen tahun depan, kami akan membutuhkan dukungan Anda," kata JK saat berpidato di sidang umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB, New York, Kamis (27/9).

JK menyatakan, adanya kepempinan global akan sangat menentukan apakah tujuan PBB akan tercapai atau tidak di waktu akan datang.

"Perdamaian bukan hanya tidak adanya perang, ini juga tentang komitmen untuk berdamai. Hal ini tidak akan ada artinya jika bukan usaha berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan mencegah adanya konflik," jelas JK.

JK menuturkan, menjaga stabilitas bisa dimulai dari 'rumah' masing-masing. Masing-masing wilayah berusaha untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan kemakmuran.

"Indonesia akan selalu percaya pada cara berpikir seperti ini. Dengan demikian, tentu saja, kita tidak dapat melakukannya sendiri," ujar JK.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan keyakinan Anda, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menjadi mitra sejati untuk perdamaian," imbuhnya. 

DUKUNG PALESTINA
JK juga membahas soal upaya perdamaian Palestina saat bicara di sidang umum PBB ke-73 2018. Menurut JK, perdamaian harus ada di semua wilayah, termasuk Timur Tengah.

"Komitmen dan tanggung jawab untuk perdamaian harus direplikasi di semua wilayah, termasuk di Timur Tengah. Pusat perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah adalah persoalan Palestina yang sudah lama ada," kata JK.

"Komitmen kami untuk perdamaian akan dipertanyakan jika kita tidak dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Seakan terus terjadi kemunduran saat kita bicara masalah ini," jelasnya.

JK menyatakan, jutaan warga Palestina yang kini mengungsi dipertaruhkan karena masalah status quo Yerusalem yang tak kunjung usai.

"Situasi kemanusiaan semakin buruk dari hari ke hari. Situasi saat ini tidak hanya membahayakan proses perdamaian. Hal itu menghancurkan harapan rakyat Palestina, harapan kita semua untuk Negara Palestina Merdeka," tutur JK.

Menurut JK, komunitas internasional tak bisa lagi tinggal diam. Harus segera ada solusi untuk Israel dan Palestina.

"Kita harus merancang negosiasi sesegera mungkin untuk dapat menghasilan adanya jalan keluar untuk kedua negara menjadi kenyataan," ujar JK.

"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hari Palestina benar-benar merdeka," tegasnya. 

Pujian IMF 
Sementara itu, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde menjadikan Indonesia sebagai contoh negara yang mampu bangkit dari risiko kemiskinan ekstrem. Pujian inilah yang membuat JK heran, mengapa RI dipuji di dunia tapi dikritik di dalam negeri.

"Esensi dari pertumbuhan pembangunan berkelanjutan adalah memberantas kemiskinan untuk menghilangkan deprivasi," ujar Lagarde dari video UN Web TV, Jumat (28/9).

Hal ini disampaikan Lagarde saat menjadi pembicara dalam pertemuan tingkat tinggi bersama Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (Ecosoc) di Markas PBB New York, Amerika Serikat. Acara yang turut dihadiri Sekjen PBB Antonio Guterres itu digelar pada Senin (24/9) waktu setempat.

Lagarde menilai saat ini pembangunan berkelanjutan di negara-negara di dunia sudah mengalami kemajuan pesat. Ia kemudian menyebut Indonesia sebagai salah satu contoh negara yang berhasil mengatasi persoalan sosial dan kemiskinan.

"Saat ini sudah ada kemajuan yang besar. Sebagai contoh adalah Indonesia, yang sebentar lagi akan menjadi tuan rumah pertemuan World Bank dan IMF. Angka kematian bayi sudah turun setengahnya, kematian ibu kurang dari sepertiga, dan risiko jatuh dalam kemiskinan ekstrem telah turun sepersepuluh dari sebelumnya," sebut Lagarde.

Dia menjelaskan alasan mengapa sejumlah negara mampu mengatasi persoalan tersebut. Menurut Lagarde, negara-negara tersebut melakukan reformasi struktural, sehingga mampu mengembangkan pertumbuhan ekonomi sesuai dengan komunitas internasional.

"Mereka melakukan reformasi struktural dan mengembangkan pertumbuhan ekonomi yang dikombinasikan dengan upaya bersama dari komunitas internasional yang diwujudkan dalam Millenium Development Goals," jelasnya.

Lagarde pun mendorong negara-negara lainnya untuk mencontoh Indonesia. Ia menyatakan bahwa hal ini menjadi tugas bersama negara-negara di seluruh dunia.

"Apa yang saya katakan tadi soal kemajuan di Indonesia tentu juga bisa dicapai di seluruh penjuru dunia. Hal itu tentu benar-benar menjadi tugas kita bersama untuk mengidentifikasi bagaimana caranya," tutur Lagarde.(detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru