Paris (SIB)- Otoritas Prancis dilaporkan berhasil menghentikan perencanaan aksi teroris yang ditujukan kepada menara Eiffel, Museum Louvre dan sebuah pembangkit tenaga nuklir. Perencanaan aksi teroris ini, berhasil dihentikan setelah Kepolisian Prancis mengungkap adanya pembicaraan mengenai hal tersebut antara seorang Warga Negara Aljazair, Ali M dengan seorang pejabat tinggi organisasi sayap Al Qaeda di Aljazair (AQIM). Ali M diketahui tinggal di Prancis selatan dan bekerja sebagai tukang daging.
Dari keterangan Pemerintah Prancis, komunikasi antar Ali M dan pejabat AQIM dilakukan melalui media internet. Pemerintah Prancis menyatakan pada perundingan tersebut, Pejabat AQIM meminta Ali M untuk membuat daftar tempat apa saja yang bisa diserang AQIM.
Ali M pun menjawab dengan tempat-tempat yang bisa diserang AQIM di Prancis adalah Menara Eiffel, Museum Louvre dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Demikian dilansir USA Today, Kamis (10/7). Tidak hanya hal itu, anggota AQIM tersebut turut meminta Ali kembali Aljazair. Di negara asalnya Ali akan dilatih menjadi ekstremis. Ali sendiri saat ini dipastikan sudah ditahan Otoritas Prancis. Namun, saat ini pengacara Ali tengah mengupayakan penangguhan penahanan dengan alasan Ali sudah dicuci otaknya oleh AQIM.
(USAToday/okz/q)