Kairo (SIB)- Militer Mesir berhasil menyita 20 roket yang diselundupkan dari Jalur Gaza. Roket-roket tersebut diselundupkan melalui sebuah terowongan bawah tanah yang dibuat oleh militan di Sinai, Mesir. Roket-roket tersebut diselundupkan bersama dengan landasan peluncurannya. Roket tersebut disita pada Kamis (10/7) malam setelah terjadi baku tembak antara militer Mesir dengan militan di kota Rafah, yang berbatasan dengan Palestina.
Juru bicara militer Mesir, Brigadir Jenderal Mohamed Samir mengkonfirmasikan penyitaan roket-roket tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (12/7). Terowongan bawah tanah yang ada di Rafah biasa digunakan untuk menyelundupkan makanan, bahan bakar dan produk konsumsi ke wilayah Palestina yang padat penduduk dan yang diblokade Israel.
Sedangkan Hamas dan kelompok militan setempat dilaporkan menggunakan terowongan rahasia untuk mengirimkan senjata dan uang. Pada Maret lalu, militer Mesir menghancurkan 1.370 terowongan bawah tanah yang ada di perbatasan dengan Gaza. Pada Jumat (11/7) kemarin, otoritas Mesir menutup perlintasan Rafah-Gaza, setelah sehari sebelumnya membuka perlintasan tersebut demi mengevakuasi warga Palestina yang terluka akibat serangan udara Israel.
Pejabat tinggi Mesir menuturkan, serangan udara Israel mencegah ambulans Palestina menjangkau perlintasan yang ada di perbatasan kedua negara dengan selamat. Diperkirakan, menurut pejabat tersebut, perlintasan Rafah-Gaza akan dibuka kembali pada Sabtu (12/7) ini.
Perlintasan tersebut memang biasanya ditutup, mengingat situasi tegang di Sinai akibat pertempuran militer setempat dengan militan. Rafah merupakan satu-satunya perbatasan langsung Gaza dengan negara lain, tanpa melewati wilayah Israel.
(AFP/dtc/q)