Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Februari 2026

8 Warga Sipil Afghanistan Tewas akibat Ledakan Bom

- Minggu, 13 Juli 2014 16:09 WIB
331 view
 8 Warga Sipil Afghanistan Tewas akibat Ledakan Bom
SIB/ Rtr
Pasukan keamanan Afghanistan mengamankan lokasi serangan ledakan bom di Jalalabad, provinsi Nangarhar, Sabtu (12/7), yang menewaskan 8 warga sipil.
Kabul (SIB)- Sedikitnya 8 warga sipil Afghanistan tewas akibat ledakan bom pinggir jalan, yang diduga didalangi oleh militan setempat. Para korban tengah berpergian dengan kendaraan di wilayah rawan konflik di Afghanistan bagian selatan, ketika ledakan terjadi dan mengenai kendaraan mereka.

Otoritas setempat menuturkan, terdapat empat wanita di antara korban tewas. Mereka tengah dalam perjalanan dari distrik Panjwayi menuju ke kota Kandahar, ketika insiden tragis ini terjadi. "Pagi ini, sebuah bom pinggir jalan mengenai kendaraan mereka dan menewaskan 8 orang, termasuk empat wanita," tutur Gubernur Panjwayi, Fazal Mohammad Eshaqzai kepada AFP, Sabtu (12/7).

Eshaqzai menambahkan, dua anak-anak mengalami luka-luka dalam insiden yang sama. Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut seluruh korban tewas merupakan satu keluarga. Belum ada pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun jenis serangan bom yang meledak di pinggir jalan seringkali dilakukan oleh militan Taliban di Afghanistan. Insiden ini terjadi beberapa hari setelah PBB mengumumkan adanya peningkatan jumlah korban sipil dalam serangkaian kekerasan militan di Afghanistan. PBB mencatat, sebanyak 4.853 warga sipil tewas di Afghanistan, untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2014.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 24 persen jika dibandingkan dengan jumlah pada periode yang sama tahun 2013 lalu. Dalam laporannya, PBB menyebutkan bahwa serangan di darat lebih memicu dampak fatal berupa kematian dan juga luka-luka dibandingkan serangan bom rakitan (IED). Parahnya, semakin banyak wanita dan anak-anak yang menjadi korban serangan tak bertanggung jawab tersebut. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru