Kuala Lumpur (SIB)- Tunku Alang Reza Tunku Ibrahim, kerabat keluarga Kesultanan Johor, ditangkap polisi Diraja Malaysia dalam kasus tewasnya seorang model asal Estonia. Sang model, Regina Soosalu, yang juga merupakan kekasih Tunku Alang, ditemukan tewas di Pulau Rawa, Malaysia.
The Star melaporkan pria 28 tahun ini dijemput oleh polisi kemarin dan akan ditahan selama tujuh hari ke depan. Bersamanya, diamankan pula tujuh tersangka lainnya. Tunku Alang Reza adalah cucu dari Almarhum Tunku Muhammad Archibald Almarhum Tunku Temenggong Ahmad, sepupu pertama mantan penguasa Johor Sultan Iskandar Ibni Almarhum Sultan Ismail.
Jenazah Soosalu ditemukan di pantai Pulau Rawa pada tanggal 1 Juli. Polisi menyatakan otopsi masih dilakukan untuk mengungkap sebab kematiannya. Dia diduga tewas karena tenggelam, tapi di tubuhnya ditemukan beberapa luka.
Media itu juga melaporkan Soosalu dan Tunku Alang Reza pernah terlibat dalam kasus obat-obatan awal tahun ini dan didakwa di Pengadilan Magistrate pada tanggal 12 Mei. Mereka didakwa atas kepemilikan 5,84 gram ganja. Pasangan itu mengaku tidak bersalah dan dibebaskan setelah membayar total 7.000 ringgit Malaysia sebagai uang jaminan.
Berkabung atas kematiannya, sebuah situs berita Estonia menayangkan video klip selama dua menit yang dibuat oleh Vision Studio berjudul Mengingat Regina. Dalam klip itu, ia berbicara tentang hidup dan harapannya di Malaysia.
Dalam video tersebut, Soosalu berbicara tentang betapa hangatnya Malaysia. Namun ia mengatakan tidak yakin apakah dirinya akan tetap tinggal di Malaysia secara permanen. Sumber yang dekat dengannya mengatakan ia biasanya menghabiskan waktu senggangnya di Pulau Rawa dan Mersing. Di pulau itu, keluarga kekasihnya mengelola bisnis wisata dengan bendera Alang Resort.
Pemilik agensi model yang menaungi Soosalu, Tangerine Models, Faris Waris menyebutkan bahwa Soosalu merupakan model freelance. Model berusia 20-an tahun tersebut telah tinggal di Malaysia selama 3 tahun. "Dia merupakan salah satu model freelance paling top di negara ini. Kami terkejut," ucap Faris Waris.
Kejahatan terhadap turis asing maupun warga ekspatriat tergolong jarang terjadi di Malaysia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sedikitnya terjadi dua kasus yang melibatkan warga asing. Pada bulan lalu, jasad seorang turis asal Inggris ditemukan di Pulau Tioman, setelah dilaporkan hilang saat pergi hiking. Kemudian tahun 2011 lalu, seorang turis asal Prancis tewas dibunuh di Pulau Tioman. Pelakunya, yang seorang penjaga toko setempat dijatuhi vonis mati oleh otoritas setempat.
RESOR MALAYSIA DISERANG ORANG BERSENJATASatu resor di Borneo Malaysia tepatnya di Pulau Mabul diserang orang bersenjata. Akibat kejadian ini seorang polisi tewas terkena tembakan dan satu lainnya diculik. Pemandangan bawah laut Pulau Mabul menjadi salah satu surga bagi para penyelam. Penembakan sendiri terjadi Sabtu (12/7) malam dan diduga termasuk dalam serangkaian penculikan yang terjadi di pulau yang terletak di tenggara negara bagian Sabah itu.
Kepala keamanan Sabah Timur, Abdul Rashid Harun, menyatakan pelaku bukanlah warga negara Malaysia. "Berasal dari negara tetangga," tuturnya, seperti dilansir AFP, Minggu (13/7). Abdul Rashid menambahkan, penyerangan yang dilancarkan terhadap pos polisi penjaga resor itu dilakukan oleh 6-8 orang. Mereka bertopeng hitam dan mengenakan t-shirt serta celana militer. "Mereka melarikan diri dengan perahu ke perairan negara tetangga. Kami telah meluncurkan operasi keamanan untuk melacak penjahat," tambahnya.
Sementara itu, seorang petugas keamanan yang enggan menyebutkan namanya meyakini jika pelaku berasal dari Pulau Sulu di Filipina. Menurut Wakil Presiden Asosiasi Malaysia Tour and Travel Tan Kok Liang, ini merupakan tantangan secara terbuka terhadap keamanan Malaysia. "Saya mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas untuk meningkatkan keamanan. Tentu saja gangguan yang berani seperti itu dan tantangan terang-terangan terhadap keamanan kita akan merugikan, terutama usaha wisata selam yang terkait," ungkap Tan.
(Detikcom/h)