Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 28 Maret 2026

Diduga Pecah Kongsi, Putri Anwar Ibrahim Mundur dari PKR

- Kamis, 20 Desember 2018 17:03 WIB
333 view
Kuala Lumpur (SIB) -Wakil Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Nurul Izzah Anwar (38) mengundurkan diri dari kepengurusan. Meski tidak mengutarakan secara langsung alasannya mundur dari partai besutan sang ayah, Anwar Ibrahim, tetapi secara tersirat diduga terjadi pecah kongsi dalam koalisi Pakatan Harapan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (19/12), Nurul menyatakan mengundurkan diri pada Senin lalu. Dia juga menolak menjadi Ketua Dewan Perwakilan Daerah PKR di Penang, padahal sudah ditunjuk. Namun, dia tetap meneruskan mengemban tugas sebagai anggota parlemen Pematang Pauh hingga masa jabatannya selesai. Nurul menyatakan dia tidak lagi menjabat di pemerintah negara bagian. Meski begitu, dia mengaku masih menjadi anggota PKR.

"Yang saya sesalkan adalah saya harus menyatakan pengumuman ini lebih cepat, tetapi keputusan ini tidak mudah. Sekarang saya punya kesempatan untuk menentukan sikap politik, dan saya melakukan hal yang benar," kata perempuan yang dijuluki Ratu Reformasi itu.

Nurul menyatakan meski mengundurkan diri sebagai fungsionaris partai, dia berjanji tetap mengawal agenda reformasi Malaysia. Sebab, posisi Pakatan Harapan masih sangat mungkin goyah lantaran basis pendukung pesaing mereka, koalisi Barisan Nasional, juga kuat.

Ada kabar konon Nurul tidak sepakat dengan keputusan Pakatan Harapan yang akan menampung politikus dari Partai Organisasi Nasional Persatuan Melayu (UMNO), yang tidak disebutkan namanya. Dia merasa koalisi mereka tidak patut memberi ruang kepada kekuatan politik yang dianggap konservatif.

Di samping itu, Nurul dikabarkan enggan dianggap melakukan nepotisme ketika mendapat jabatan dalam pemerintah. Dia juga sepertinya tidak ingin selalu berada di bawah bayang-bayang sang ayah.

Anwar Ibrahim digadang-gadang akan menjadi perdana menteri Malaysia selanjutnya, selepas kepemimpinan Mahathir Mohamad. Istrinya, Wan Azizah Wan Ismail saat ini menjabat wakil perdana menteri. Hanya saja para pengurus dan anggota PKR menyayangkan keputusan Nurul hengkang dari struktural partai. Mereka merasa karir politik Nurul masih panjang dan moncer.

Najib Diminta Pimpin UMNO Lagi
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, diminta untuk kembali memimpin UMNO setelah ketua partai tersebut, Ahmad Zahid Hamidi, mengundurkan diri pada Selasa (18/12). Permintaan ini disuarakan oleh anggota senior Dewan Tertinggi UMNO, Lokman Noor Adam, melalui sebuah pernyataan pada Rabu (19/12). Dalam pernyataan tersebut, Lokman menyuarakan kekecewaannya atas keputusan Ahmad yang membuat partainya kian terpuruk di bawah kemenangan kubu pemerintah pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Menurut Lokman, di tengah situasi kritis ini, UMNO membutuhkan pemimpin yang dihormati oleh para anggota parlemen dari koalisi kubu oposisi, Barisan Nasional (BN). "Berdasarkan hal tersebut, sebagai anggota Dewan Tertinggi UMNO, saya menyarankan agar presiden UMNO menunjuk Najib sebagai pemimpin defacto UMNO juga pemimpin oposisi selagi posisi presiden UMNO masih kosong," tulis Lokman seperti dikutip The Straits Times.

Pernyataan ini dirilis tidak lama setelah Ahmad memutuskan mundur di tengah tekanan karena banyak anggota dewan perwakilan dan anggota partai keluar dari UMNO. Gelombang hengkang ini mengalir saat Ahmad dibayangi 46 tuduhan kriminal, termasuk penerimaan suap dan pencucian uang yang melibatkan jutaan ringgit. Ahmad sendiri naik takhta setelah Najib mundur dari jabatannya sebagai ketua partai setelah kalah dalam pemilu pada pertengahan tahun ini.

Pemilu tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah bagi Malaysia karena untuk pertama kalinya koalisi BN dikalahkan oposisi sejak negara tersebut merdeka enam dekade silam.

Popularitas Najib terus merosot di tengah isu skandal korupsi lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Keseluruhan kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015, Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi Najib. Sejauh ini, Najib telah dijerat setidaknya 40 dakwaan, termasuk pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan dalam skandal 1MDB. (CNA/CNNI/h)
Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru