Seoul (SIB)- Korea Selatan Selasa (15/7) memperingatkan Korea Utara bahwa negara itu sedang melakukan permainan berbahaya dengan serangkaian ujicoba rudal, roket dan artileri yang nampaknya jatuh dekat perbatasan bersama kedua negara.
Dalam insiden terbaru, Korut menembakkan 100 peluru ke laut dari peluncur-peluncur roket dalam satu pelatihan menggunakan peluru tajam dekat perbatasan maritim timur. "Sejumlah turis sipil di pantai timur bahkan melihat air memercik setelah peluru-peluru jatuh di laut itu, yang akan sangat mengancam negara kami," kata juru bicara kementerian itu Kim Min-Seok.
Korut secara reguler menembakkan rudal-rudal dan roket-roket, tetapi frekuensi dari uji-uji coba belum lama ini -- enam kali kurang dari tiga pekan-- tidak biasa dilakukan. Mereka termasuk peluru-peluru artileri,roket jarak pendek dan rudal-rudal Scud dengan jangkauan jelajah 500 km -- semuanya ditembakkan ke Laut Jepang (laut Timur) dari berbagai lokasi. Sebagian besar telah dipantau langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un.
Kim Min-Seok menegaskan bahwa satu pecahan rudal berisiko memicu satu konfrontasi serius. "Kami akan embalas tanpa belas kasihan jika Korut menembakkan lagi rudal-rudal atau peluru ke dalam perbatasan Korsel."
Resolusi-resolusi PBB melarang Korut melakukan peluncuran yang menggunakan teknologi rudal balistik, tetapi tanggapan pata uji-uji coba coba baru-baru ini sejauh ini terbatas pada rotes-protes lisan dari Seoul,Tokyo dan Washington.
Para pengamat melihat ada banyak kemungkinan motif dibalik uji coba itu menyangkut pada kunjungan Presden Tiongok Xi Jinping ke Korsel baru-baru ini dan marah pada pelatihan militer gabungan Amerika Serikat-Korsel.
Ketika mengarahkan pelatihan menggunakan peluru tajam, Kim Jong-Un yang dikutip kantor berita resmi Korut KCNA mengatakan pasukan musuh menjadi lebih terang-terangan dalam usaha mereka untuk"mengucilkan dan menekan "Korut".
Pada hari yang sama Presiden AS Barack Obama dan Xi Jinping melakukan percakapan telepon di mana mereka membicarakan tentang perlunya menjamin Korut menaati tuntutan-tuntutan untuk menghentikan program nuklirnya.
Uji-uji coba Korut itu bertepatan dengan isyarat-isyarat perdamaian kepada Seoul, termasuk satu usul untuk menghentikan semua kegiatan militer yang provokatif. Presiden Korsel Park Geun-Hye menuduh Pyongyang melakukan satu "sikap berkepala dua" dengan mengusulkan peredaan ketegangan sementara terus melakukan uji-uji coba rudalnya.
(Ant/AFP/c)