Gaza (SIB)- Pasukan Israel terlibat pertempuran dengan para militan Gaza di perbatasan Israel. Belum ada laporan mengenai jatuhnya korban dalam insiden ini. Terjadinya pertempuran ini diberitakan media Israel yang mengutip Menteri Keamanan Publik Israel Yitzhak Aharonovitch seperti dilansir AFP, Sabtu (19/7).
Namun sejauh ini belum ada komentar dari militer Israel mengenai pertempuran ini. Sebelumnya, sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam mengatakan, kelompok mereka tengah memerangi pasukan Israel di wilayah negeri Yahudi itu. "Brigade Qassam melancarkan operasi di belakang garis musuh. Pertempuran sengit sedang berlangsung dengan pasukan pendudukan," demikian pernyataan Brigade Ezzedine Al-Qassam.
Pemerintah Israel menyatakan, tujuan operasi darat ini adalah menghancurkan jaringan terowongan-terowongan kelompok Hamas, yang digunakan untuk melancarkan serangan lintas perbatasan di wilayah Israel selatan.
Menurut PM Benjamin Netanyahu, serangan darat ini perlu untuk mengatasi keberadaan terowongan-terowongan tersebut. Meski diakui Netanyahu, tak ada jaminan operasi ini akan berhasil 100 persen untuk menghancurkan terowongan tersebut.
Terkait operasi militer Israel, Presiden AS Barack Obama menegaskan dukungan AS atas hak Israel untuk mempertahan diri. Namun ditambahkan Obama, Washington sangat prihatin akan jatuhnya korban jiwa warga sipil tak bersalah. Obama pun berharap Israel akan beroperasi dengan cara meminimalisir jatuhnya korban warga sipil.
Sekretaris Jenderal PBB Ban ki-Moon dijadwalkan terbang ke Timur Tengah guna memediasi perdamaian antara Palestina dan Israel. Dari pertemuan yang akan digelar tersebut diharapkan dapat menyudahi konflik bersenjata yang seakan tiada berujung tersebut. "Kepala PBB akan membantu Israel dan Palestina untuk mengakhiri kekerasan dan mencari jalan ke depan," kata urusan politik PBB Jeffrey Feltman
Serangan-serangan Israel di wilayah Gaza terus menelan korban jiwa. Sebanyak 20 orang tewas dalam berbagai serangan Israel. Dengan demikian, sejauh ini total 316 warga Palestina tewas selama operasi militer yang telah berlangsung 12 hari tersebut.
Juru bicara dinas urusan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra mengatakan serangan udara di luar sebuah masjid di kota Khan Yunis, Gaza selatan, menewaskan 7 orang termasuk seorang wanita. Kemudian beberapa serangan berikutnya merenggut 13 nyawa sehingga kini total 316 warga Palestina tewas sejak operasi militer Israel dimulai 8 Juli lalu. Sekitar 2.250 warga Palestina dan beberapa warga Israel terluka selama konflik ini. Seorang warga sipil dan tentara Israel juga tewas.
Terkait operasi militer Israel, Presiden AS Barack Obama menegaskan dukungan AS atas hak Israel untuk mempertahan diri. Namun ditambahkan Obama, Washington sangat prihatin akan jatuhnya korban jiwa warga sipil tak bersalah. Obama pun berharap Israel akan beroperasi dengan cara meminimalisir jatuhnya korban warga sipil.
Kurangi Staf di Turki
Akibat didemo massa Turki, Israel mengurangi kehadiran diplomatiknya di negeri itu. Dalam protesnya, pengunjuk rasa yang marah dengan serangan darat ke Gaza, melempari konsulat di Istanbul dengan batu. Para pendemo juga memasang bendera Palestina di kediaman Duta Besar Israel di Ankara.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel menuduh Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan menghasut para demonstran untuk melakukan aksi anarkis itu ke kedutaan Israel.
Sedangkan Erdogan menuduh negeri zionis itu meneror daerah dan menyamakan seorang anggota parlemen Israel dan anggota dari koalisi yang memerintah dengan Hitler. Ia mengatakan tidak akan ada perbaikan dalam hubungan antara kedua negara, sementara dia atau pemerintahannya tetap berkuasa.
"(Israel) selalu menindas, dan terus menindas. Oleh karena itu sebagai seorang warga Turki, saya tidak bisa memikirkan perkembangan positif dengan Israel selama mengemban tugas ini," kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul. Erdogan juga mengkritik kebisuan dunia menghadapi serangan tidak manusiawi di Gaza.
Sekitar 3.000 orang tumpah-ruah ke jalan-jalan di Istanbul setelah salat Jumat kemarin, meneriakkan slogan-slogan anti-Israel dan melambai-lambaikan bendera Palestina. Sementara mobil yang lewat membunyikan klakson. Ada juga demonstrasi kecil di Ankara dan kota timur Diyabakir.
Sentimen Anti-Israel sangat kental di Turki, khususnya di kalangan sebagian besar basis konservatif Sunni. "Protes ini akan terus terjadi sampai semua kedutaan besar Israel ditutup," kata satu pengunjuk rasa wanita sambil mendorong kereta bayi.
"Aku akan menghadiri semua protes jika harus. Aku bahkan tidak bisa mulai untuk mengekspresikan kemarahanku terhadap pembantaian di Gaza.
(Detikcom/i)