Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

AS Luncurkan Satelit Mata-mata Baru

- Kamis, 24 Juli 2014 11:44 WIB
284 view
 AS Luncurkan Satelit Mata-mata Baru
SIB/INT
Ilustrasi
Washington (SIB)- Angkatan Udara Amerika Serikat meluncurkan satelit mata-mata baru ke luar angkasa. Satelit ini disebut-sebut mampu melacak setiap ancaman terhadap pesawat luar angkasa AS. Ada dua satelit yang akan diluncurkan ke orbit di luar angkasa sebagai bagian dari program, yang hingga beberapa bulan lalu masih dirahasiakan oleh AS. Satelit canggih ini mampu melacak setiap pelaku, setiap negara dan setiap ancaman yang muncul terhadap pesawat luar angkasa AS.

Satelit tersebut akan diluncurkan dari roket Delta IV dari lokasi Pangkalan Udara Cape Canaveral di Florida, AS. Satelit akan diluncurkan ke orbit geosynchronous, yang berada di ketinggian 35.900 kilometer di atas bumi, yang juga menjadi orbit dari sejumlah satelit penting AS lainnya.

"Dua satelit pengintai ini akan membantu melindungi aset berharga kita di geo (orbit luar angkasa) dan akan menangkal kemampuan jahat yang mungkin dilakukan negara lain terhadap rezim orbit yang penting tersebut," ujar Kepala Komando Luar Angkasa Angkatan Udara AS, Jenderal William Shelton kepada wartawan, seperti dilansir AFP, Rabu (23/7).

Menurut Shelton, kedua satelit tersebut mampu memperjelas gambar lalu lintas satelit militer AS yang ada di orbit geosynchronous. Hal ini bisa terjadi, karena satelit yang baru akan berada di lokasi yang sedikit lebih tinggi dari satelit AS lainnya di orbit tersebut.

Selama ini, pengawasan dan pemantauan luar angkasa AS dilakukan dari bumi atau dari ketinggian yang lebih rendah. Proyek peluncuran satelit pengawas luar angkasa ini dikenal dengan nama Geosynchronous Space Situational Awareness Program (GSSAP) yang pertama diumumkan ke publik pada Maret lalu.

Lebih lanjut, Shelton menuturkan bahwa proyek ini sengaja diungkap ke publik karena AS ingin mengirimkan pesan secara tidak langsung bagi negara-negara yang berencana untuk merusak atau menonaktifkan jaringan satelit AS. Menurut Shelton, publikasi program ini bisa memberikan efek jera dan menjadi bentuk peringatan tersendiri. "Anda bisa lari tapi Anda tidak bisa sembunyi," ucapnya.

Otoritas AS akhir-akhir ini khawatir dengan senjata antisatelit yang dimiliki China yang berpotensi melumpuhkan jaringan komunikasi yang menyokong kekuatan militer AS. Satelit mata-mata yang baru ini mampu meningkatkan kemampuan militer AS untuk menemukan ancaman strategis dan memberikan peringatan dini bagi satelit AS. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru