Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Pilot Remaja AS dan Ayahnya Tewas Saat Terbang untuk Amal

- Jumat, 25 Juli 2014 12:45 WIB
389 view
Pilot Remaja AS dan Ayahnya Tewas Saat Terbang untuk Amal
SIB/INT
Ilustrasi
Los Angeles (SIB)- Seorang pilot remaja asal Amerika Serikat yang tengah berusaha memecahkan rekor terbang keliling dunia, tewas saat pesawatnya jatuh di Samudera Pasifik. Sang ayah yang ikut dalam penerbangan amal tersebut juga tewas.

Sang pilot pesawat bernama Haris Suleman, seorang remaja AS berusia 17 tahun keturunan Pakistan.

Dia menerbangkan pesawat bermesin tunggal yang jatuh di wilayah American Samoa, kawasan Pasifik.

Demikian disampaikan oleh The Citizens Foundation, organisasi yang mempromosikan kesetaraan pendidikan bagi remaja kurang beruntung, seperti dilansir AFP, Kamis (24/7). "Kami baru mengetahuinya sekitar dua setengah jam yang lalu, kami sangat sedih," tutur Direktur The Citizens Foundation cabang Amerika, Daniel Moorani.

Moorani menyebut Haris Suleman sebagai pria muda yang luar biasa. Saat insiden terjadi, Suleman tengah berusaha mencetak rekor dunia sebagai pilot termuda yang pernah melakukan penerbangan keliling dunia. Tidak diketahui pasti penyebab insiden nahas tersebut. Namun Moorani menyatakan, jasad Suleman telah berhasil ditemukan, sedangkan jasad sang ayah masih dalam pencarian otoritas setempat.

Suleman dan sang ayah terbang dari Indianapolis, India, tempat mereka tinggal, menuju ke Greenland, kemudian Kairo, kemudian Sri Lanka dan akhirnya ke pulau American Samoa. "Mereka terbang dari Samoa ke Fiji, mereka baru saja berangkat untuk melanjutkan terbang ke Hawaii dan Bay Area (San Francisco) sebelum akhirnya kembali ke Indianapolis," terang Moorani.

Secara terpisah, Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) membenarkan adanya kecelakaan pesawat di Pago Pago, American Samoa yang melibatkan seorang pilot muda, namun tidak disebutkan lebih detail nama atau usia pilot tersebut. "Kami masih menyelidikinya dengan otoritas setempat," ucap juru bicara NTSB. (AFP/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru