Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Kelompok Orang Berpisau Tewaskan Puluhan Orang di Xinjiang

- Kamis, 31 Juli 2014 11:21 WIB
344 view
 Kelompok Orang Berpisau Tewaskan Puluhan Orang di Xinjiang
SIB/INT
Ilustrasi
Beijing (SIB)- Puluhan orang tewas dan terluka dalam sebuah serangan di wilayah Xinjiang, Tiongkok. Demikian dikabarkan media massa Tiongkok, Selasa (29/7). Sekelompok orang bersenjatakan pisau menyerang sebuah pos polisi dan sejumlah kantor pemerintah di wilayah Shache, Xinjiang, Senin (28/7) pagi.

Kantor berita Xinhua mengutip kepolisian setempat mengabarkan puluhan warga etnis Uighur dan Han tewas atau terluka akibat serangan itu.

"Petugas polisi di lokasi kejadian menembak mati puluhan penyerang. Hasil investigasi awal menunjukkan aksi ini merupakan sebuah aksi teror terencana," demikian Xinhua.

Xinhua tidak menyebutkan jumlah persis korban, dan infomasi di Xinjiang sering sulit untuk diverifikasi secara independen. Portal Web pemerintah Xinjiang  Rabu menyebut aksi kekerasan itu sebagai satu "serangan teror" yang menewaskan atau mencederai "puluhan" warga Uighur dan etnik Han.

Han adalah kelompok etnik terbesar Tiongkok, yang para anggotanya bermigrasi dalam jumlah besar ke Xinjiang dalam puluhan tahun belakangan ini.

Namun satu kelompok di pengasingan mengatakan korban tewas akibat insiden itu mencapai 100 orang. Menguitp sumber-sumber Uighur lokal, Dilxat Raxit, juru bicara  bagi Kongres Uighur Dunia (WUC), satu kelompok di pengasinan, mengatakan dalam satu surat elektronik: "Hampir 100 orang tewsa dan cedera dalam bentrokan itu.

Aksi kekerasan itu terjadi, tambahnya ketika pata "warga Uighur bangkit melawan kebijakan pemerintah Tiongkok yang ekstrim dan  menghadinya dengan penindasan bersenjata yang mengakibatkan jatuh korban tewas dan cedera pada kedua pihak". Raxit sebelumnya mengataan lebih dari 20 warga Uighur tewas dan 10 orang lainnya cedera sementara  sejumlah 13 personil Tiongkok yang bersenjata tewas atau cedera dan sekitar 67 orang ditahan. Aksi kekerasan itu terjadi di daerah Shache atau Yarkand dalam bahasa Uighur, dekat pinggiran gurun Taklamakan di barat daerah luas itu.

Pemerintah Beijing biasanya menuding kelompok separatis Uighur menjadi dalang aksi-aksi kekerasan semacam ini yang selama setahun terakhir berkembang hingga ke luar wilayah yang bergolak itu. Salah satu insiden terbesar adalah sebuah serangan di sebuah pasar di ibu kota Xinjiang, Urumqi pada Mei lalu yang menewaskan 39 orang. Aksi kekerasan lain adalah serangan pisau di sebuah stasiun kereta api di Kunmin, Tiongkok baratdaya pada Maret yang menewaskan 29 orang.

Presiden Xi Jinping saat Xinjiang akhir April, memerintahkan tindakan keras dan mengimbau bagi satu strategi "serang dulu" untuk memerangi terorisme dan menyebut daerah Kashgar "garis depan Tiongkok dalam usaha-usaha-usaha anti-teroris".

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para pengamat menuduh penindasan kebudayaa dan agama pemerinth Tiongkok  yang mereka katakan telah meningkatkan aksi kekerasan di Xinjiang, yang berbatasan dengan Asia Tengah. Akan tetapi, pemerintah menyatakan pihaknya telah meningkatkan pembangunan ekonomi di daerah itu dan menguatkan hak-hak minoritas dalam satu negara yang memiliki 56 kelompok etnik yang diakui.

Beijing juga mengatakan bahwa kelompok garis keras di Xinjiang dipengaruhi oleh kelompok-kelompok radikal di luar Tiongkok, kendatipun banyak pengamat luar negeri skeptis, mengacu pada ketidakpuasan Uighur. (Ant/AFP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru