Pyongyang (SIB)- Seorang pejabat militer senior Korea Utara mengancam melancarkan serangan nuklir terhadap Amerika yang ia tuduh telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.
Korea Utara diyakini masih jauh dari kemampuan membuat misil balistik dengan jarak tempuh sejauh itu, dan sebelumnya sudah sering membuat ancaman serupa.
Wakil Marsekal Hwang Pyong So, Minggu (27/7), mengatakan, negaranya akan melancarkan roket nuklir ke Gedung Putih dan pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan Pasifik jika Amerika berusaha merongrong kedaulatan dan hak Korea Utara untuk memiliki senjata nuklir.
Hwang berkata demikian di Pyongyang dalam pidato peringatan ke-61 penandatanganan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea tahun 1953. Para pakar mengatakan, Korea Utara tidak memiliki misil balistik yang mampu menjangkau Amerika.
Negara itu telah menguji coba misil jarak pendek dan jauh yang mampu menjangkau Korea Selatan dan Jepang.
Sementara itu tiga pesawat tempur MiG-19 Korea Utara telah jatuh tahun ini, menyebabkan penangguhan latihan penerbangan yang melibatkan pesawat itu, kata sumber-sumber militer Korea Selatan Rabu. Pesawat tempur supersonik MiG-19 adalah generasi kedua pesawat tempur Soviet yang dikembangkan pada 1953.
Sekitar 400 varian MiG masih beroperasi di Korea Utara, terhitung sekitar separoh dari pesawat tempurnya. "Setidaknya tiga dari MiG-19 jatuh selama misi pelatihan, satu awal tahun ini, yang lain bulan lalu dan awal bulan ini, tampaknya karena faktor usia mereka," ujar seorang sumber yang tidak ingin disebut namanya.
"Dalam kasus terbaru, pesawat itu jatuh setelah lepas landas di pangkalan udara Korut di Goksan, Provinsi Pyongan, yang menyebabkan Pyongyang menghentikan pelatihan yang melibatkan model," tambahnya. Rincian lainnya tentang kecelakaan, termasuk korban, tidak tersedia.
Ini adalah "jauh dari biasa bagi pesawat-pesawat tempur Korea Utara serta helikopter-helikopter militer untuk mengalami kecelakaan," kata sumber lain, mencatat kecelakaan tidak sering "namun sebagian setelah pemimpin Kim Jong-un melakukan peninjauan inspeksi ke unit-unit angkatan udara tahun ini.
"
Pada Mei, pemimpin muda dari negara komunis itu mengunjungi Angkatan Udara Rakyat Korea dan Unit 447 Pasukan Anti-Udara, yang diduga berada di Provinsi Pyongan Selatan. "Rangkaian kunjungan ke unit-unit angkatan udara atau kejadian-kejadian itu tampaknya ditujukan tidak hanya terhadap latihan udara gabungan tahunan Max Thunder antara Korea Selatan dan Amerika Serikat pada April, tetapi juga untuk mendorong demoralisasi penerbang oleh kecelakaan-kecelakaan itu," tambah sumber itu.
(Ant/d)