Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Derita Kanker Stadium Akhir, Mantan Kandidat Senat Akhiri Hidupnya

- Jumat, 01 Agustus 2014 10:45 WIB
195 view
Derita Kanker Stadium Akhir, Mantan Kandidat Senat Akhiri Hidupnya
SIB/ist
Canberra (SIB)-  Mantan kandidat Senat dari Australia Selatan, yang mencalonkan diri pada Pemilu tahun lalu, akhirnya meninggal dunia di sebuah kamar motel di Adelaide setelah menenggak obat mematikan ‘Nembutal &rsquo. Max Bromson, 66 tahun, yang merupakan mantan kandidat Senat dari Partai Euthanasia Sukarela ini, menderita kanker tulang stadium akhir.

Pengacara Euthanasia, Dr. Philip Nitschke, mengatakan, Max membeli obat Tiongkok ‘Nembutal setelah bergabung dengan organisasi advokasi ‘euthanasia & ‘Exit International. Ia menenggak obat itu pada 27 Juli malam, dengan dikelilingi keluarga.

“Ia pergi dengan tenang, sangat cepat, sangat damai. Aneh untuk diucapkan namun kami senang berada bersamanya,” urai saudara perempuan Max, Kerry. Max meninggalkan pesan dan merekam kematiannya sendiri untuk membuktikan bahwa keluarganya tak membantunya dalam aksi ‘euthanasia &rsquo itu.
“Untuk melakukannya sendiri dibutuhkan kekuatan dan komitmen, yang menurut saya sah-sah saja. Saya bersikukuh untuk melakukan ini sendiri, itu karena tak ada alternatif yang resmi di sini,” ujar Max beberapa waktu lalu kepada ABC. Kotak suara di telepon selulernya seakan menunjukkan ketidakraguannya itu: “Halo, ini Max Bromson. Saya meninggal pada 27 Juli, mohon jangan tinggalkan pesan.”

Dr. Philip mengatakan, keluarga Max menginformasikan polisi pada senin 28 Juli pagi dan diberitahu bahwa akan ada pemeriksaan, di samping penyerahan catatan dan video. Telepon selular, tablet, dan komputer para anggota keluarga disita polisi dan diberitahu bahwa kemungkinan dibutuhkan 2 tahun sebelum barang-barang itu kembali ke tangan mereka.

Menurut Kerry, itu adalah bukti yang sia-sia bagi polisi. “Ada 17 polisi, ini sekarang menjadi penyelidikan tersendiri – sementara pelakunya telah meninggalkan pesan. Semuanya didokumentasi. Ia tak ingin bertahan lagi,” kemukanya.

Dr. Philip menjelaskan, Max adalah tipikal seseorang yang ‘tahu apa yang ia inginkan. “Ia butuh beberapa lapis informasi, yang akhirnya ia dapatkan, dan dalam titik tertentu, ia butuh beberapa bantuan seperti menguji obatnya dan sebagainya. Akan menarik melihat seberapa jauh polisi memaksa kasus ini,” ujarnya.

Nembutal yang ditenggak Max diujikan di klinik Dr. Philip di Adelaide, untuk mengetahui keasliannya. Polisi kini menyelidiki Dr.Philip atas kematian Max.

Kepolisian Australia Selatan mengutarakan, Unit Kriminal Utamanya tengah menginvestigasi untuk melihat apakah tindakan kriminal atas upaya bunuh diri telah dilakukan atau tidak. (ABC Australia/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru