Taipei (SIB)- Sejumlah saluran pipa gas yang tertanam di bawah kota Kaohsiung, Taiwan Selatan, meledak dan terbakar. 25 orang dilaporkan tewas dan 267 orang terluka. Seperti diberitakan AFP, Jumat (1/8), ledakan tersebut disebabkan oleh kebocoran gas sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran hebat. Saksi mata melaporkan beberapa jenazah tergeletak di jalan.
"Setidaknya 267 orang yang terluka telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ujar Wali Kota Kaohsiung, Chen Chu.
Pihak berwenang menerima telepon dari warga Distrik Kaohsiung Cianjhen tentang adanya kebocoran gas. Kejadian ini menyebabkan serangkaian ledakan yang cukup kuat dan merusak jalan. "Pemadam kebakaran setempat menerima panggilan dari kebocoran gas Kamis malam dan kemudian ada serangkaian ledakan sekitar tengah malam," kata badan kebakaran dalam sebuah pernyataan resminya. Media lokal setempat melaporkan ruang gawat darurat di rumah sakit kota Kaohsiung penuh dengan korban.
Dalam tayangan video yang disiarkan TVBS, terlihat warga sekitar mencari sisa-sisa barang yang masih bisa terpakai di toko mereka yang sudah hancur karena ledakan. Sejumlah sejumlah korban terpapar di pinggir jalan. Laporan ETTV memperlihatkan asap menyebut ke udara, hingga membuat langit pagi menjadi hitam.
Api masih terlihat membakar sebagian bangunan.
Perdana Menteri Taiwan Jiang Yi-huan mengumumkan ada lima ledakan yang mengguncang wilayah Kaohsiung. Diduga, ledakan terjadi akibat gas bocor.
Sementara menurut Direktur Penanggulangan Bencana Darurat, Chang Jia-juch, gas yang meledak itu berubah menjadi zat propene yang sulit untuk dipadamkan.
"Sehingga petugas pemadam harus menunggu dan bersabar untuk memadamkannya," kata Chang. Sumber ledakan, kata dia, hingga kini belum diketahui. Akibat ledakan dan kebakaran, jaringan listrik terputus di Kaohsiung. Sehingga tim penyelamat sulit mencari korban dan jasad korban di balik puing-puing kebakaran dan reruntuhan.
(Detikcom/q)