KUALA LUMPUR (SIB)- Selama sepekan sejak 17 Juli hingga 25 Juli 2014, sudah ada tiga pesawat yang dilaporkan jatuh. Apakah ini menandakan menggunakan pesawat tidak lagi aman? Insiden pertama melibatkan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 298 penumpang. Pesawat itu jatuh di wilayah udara Ukraina setelah terkena tembakan rudal.
Sementara insiden kedua terjadi di Taiwan, di mana pesawat TransAsia Airway jatuh saat mendarat darurat. Kecelakaan tersebut menyebabkan 47 jiwa penumpangnya tidak bisa diselamatkan lagi. Tragedi terakhir menimpa maskapai Air Algerie, yang menewaskan 119 jiwa.
Pesawat berjenis Airbus A320 tersebut dipastikan jatuh pada Kamis 24 Juli 2014, setelah sebelumnya dilaporkan menghilang dari radar.
Pengamat penerbangan mengklaim 2014 adalah tahun yang paling aman dalam sejarah tranportasi udara, dalam bentuk jumlah kecelakaan yang dialami.
Namun, jumlah korban jiwa akibat kecelakaan udara itu meningkat 300 persen sejak 2013 termasuk tiga kecelakaan yang baru-baru ini terjadi.
Tercatat 763 penumpang dan awak kabin tewas dalam kecelakaan pesawat sepanjang 2014.
Jumlah tersebut 498 lebih tinggi, dibandingkan mereka yang tewas akibat kecelakan pada 2013 yang mencapai 265 jiwa. Apa yang terjadi pada tahun ini, menunjukkan pula bahwa Juli adalah bulan yang paling terburuk dalam sejarah penerbangan dalam artian jumlah korban tewas akibat kecelakaan. Tetapi tetap saja para ahli transportasi udara menyebutkan masih aman untuk menggunakan pesawat terbang untuk bepergian.
"Kecelakaan yang terjadi akhir-akhir ini tidak menunjukkan bahwa ada masalah dalam isu keselamatan," ujar Presiden Aviation Safety Network Harro Ranter, seperti dikutip Daily Mail, Minggu (3/8). "Tahun 2014 masih dianggap sebagai tahun yang paling aman dalam sejarah keamanan penerbangan, sejak 1946," lanjutnya.
Renter menambahkan, tahun ini sangat memilukan karena adanya dua kecelakaan besar, yakni Malaysia Airlines MH17 dan MH370.
Kedua kecelakaan tersebut menandakan profil keamanan transportasi udara tahun ini.
Asosiasi Transportasi Udara Internasional mewakili 240 dari penerbangan dunia. Lebih dari tiga miliar warga terbang melalui 36,4 juta penerbangan pada 2013.
(dailymail/okz/i)