Paris (SIB)- Israel terus menuai kecaman atas serangannya ke sekolah PBB di Gaza yang menampung para pengungsi Palestina.
Pemerintah Prancis pun menyerukan adanya solusi politik oleh komunitas internasional.
Ditegaskan Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius, hak Israel atas keamanannya tidak bisa membenarkan aksi-aksinya di Gaza.
"Berapa banyak lagi kematian yang harus terjadi untuk menghentikan apa yang harus disebut sebagai pembantaian di Gaza ini?" tutur Fabius dalam statemennya seperti dilansir AFP, Senin (4/8).
"Tradisi persahabatan antara Israel dan Prancis telah berlangsung lama dan hak Israel akan keamanan adalah total, namun hak ini tidak menjustifikasi pembunuhan anak-anak dan pembantaian warga sipil," tegas Fabius.
Militer Israel (IDF) membenarkan telah menggempur target yang berada di dekat sekolah milik organisasi PBB, UNRWA di Rafah, Gaza tersebut.
Serangan Israel itu menewaskan 10 warga Palestina yang mengungsi di sekolah tersebut. "IDF menargetkan tiga teroris Jihad Islam yang menaiki motor di dekat sekolah UNRWA di Rafah," demikian pernyataan militer Israel.
Tiongkok Minta Israel Akhiri Serangan ke Palestina
Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi meminta Israel untuk mencabut blokade jalur Gaza yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Dia juga meminta kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan yang telah membunuh ribuan masyarakat Palestina itu.
“Israel seharusnya mencabut blokade di Gaza dan melepaskan masyarakat Palestina yang sedang di penjara,†demikian komentar Wang, sebagaimana dilaporkan oleh Xinhua, Senin (4/8).
Wang menegaskan, semua tindakan yang menggunakan kekuatan berlebihan dan mengakibatkan korban masyarakat sipil sama sekali tidak dapat diterima.
“Semua pergerakan termasuk serangan lewat udara, darat dan peluncuran roket harus dihentikan.
Setiap penyalahgunaan kekuatan yang menyebabkan kematian warga sipil tidak dapat diterima,†lanjut Wang.
Wang juga menawarkan lima poin gencatan senjata untuk Gaza.
Dia melanjutkan Beijing siap untuk menengahi perdamaian antara Palestina dan Israel.
Wang juga mendukung gencatan senjata yang diusulkan Mesir dan negara lainnya.
Saat ini, serangan yang dilakukan Israel ke jalur Gaza sudah memasuki 28 hari dengan membunuh sekitar 1.840 masyarakat Palestina, termasuk 400 orang anak-anak, serta melukai 9.400an orang.
(AFP/Xinhua/dtc/okz/i)