Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026
* Kuasai Bendungan Terbesar dan Ladang Minyak Irak

ISIS Sudah Mencapai Segitiga Perbatasan Irak, Suriah dan Turki

* Pemimpin Abu Sayyaf Nyatakan Sumpah Setia Pada ISIS
- Selasa, 05 Agustus 2014 11:37 WIB
1.299 view
ISIS Sudah Mencapai Segitiga Perbatasan Irak, Suriah dan Turki
SIB/ist
Pemimipin Abu Sayyat di Pilifina, Isnilon Hapilon, berbalat pada ISIS
BAGHDAD (SIB)- Kaum militan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS telah mencapai segitiga perbatasan Irak, Suriah, dan Turki, kata kelompok itu dalam satu pesan yang di-posting di Twitter, Minggu (2/8), setelah mengalahkan pasukan Kurdi.

ISIS telah menguasai bendungan terbesar Irak yang dikenal sebagai Bendungan Mosul di Sungai Tigris yang selama ini digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit tersebut memasok listrik untuk kota Mosul yang terletak sekitar 50 kilometer di sebelah selatan bendungan, kata komandan pasukan Kurdi Peshmerga yang telah membela fasilitas tersebut, Minggu.

Para pekerja bendungan tetap berada di dalam fasilitas itu, yang jatuh ke tangan ISIS setelah pertempuran 24 jam, kata Letnan Kolonel Herash. Pasukan Kurdi Peshmerga juga menarik diri dari kota-kota Zumar dan Wana setelah dikepung ISIS dan terisolasi tanpa ada dukungan apa pun, kata pejabat regional Partai Demokrat Kurdistan, Ismat Rajab, kepada CNN, Minggu.

Penguasaan Bendungan Mosul itu dapat membuat para militan Sunni itu punya kemampuan untuk membanjiri kota-kota besar Irak atau menahan aliran air untuk ladang-ladang pertanian. Hal itu pada gilirannya akan meningkatkan posisi mereka dalam upaya menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang berasal dari kalangan Syiah.

"Geng-geng teroris Negara Islam telah menguasai Bendungan Mosul setelah penarikan pasukan Kurdi tanpa perlawanan," lapor televisi Irak seperti dikutip AFP.
Penarikan tentara Kurdi Peshmerga merupakan pukulan berat bagi satu-satunya kekuatan di Irak yang hingga kini telah tegas melawan para militan Sunni yang bertujuan untuk menggambar ulang perbatasan Timur Tengah.

PBB di Irak telah memperingatkan bahwa 200.000 warga sipil telah terperangkap dalam sebuah kondisi yang memprihantinkan setelah ISIS dan kelompok-kelompok bersenjata yang terkait dengan kelompok itu "menguasai hampir seluruh wilayah Sinjar dan Tal Afar di Provinsi Ninewe, termasuk ladang minyak Ain Zala dan Batma, yang berbatasan dengan Wilayah Kurdistan Irak."

Sebagian besar para pengungsi berasal dari sekte Yezidi dan telah melarikan diri ke Jabal Sinjar, kata PBB. "Situasi kemanusiaan para warga sipil itu dilaporkan dalam kondisi mengerikan, dan mereka sangat membutuhkan barang-barang kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan obat-obatan.

Sejumlah warga sipil tak dikenal juga dilaporkan telah berpindah menuju Dahuk dan Zako di Wilayah Kurdistan."

ISIS telah mengambil alih Sinjar, sebuah kota kecil yang dihuni sekte Yezidi, pada hari Sabtu, kata sejumlah pejabat polisi.

Posting-an ISIS di Twitter terkait dengan sebuah pernyataan yang merujuk ke "pertempuran yang membuka perbatasan antara Niniwe dan Dohuk".

 "Beberapa legiun Khalifah Islam telah diluncurkan sejak pagi ini" dalam operasi ke wilayah barat laut yang berbatasan dengan Niniwe," bunyi pernyataan itu."

 Allah memudahkan para mujahidin untuk masuk ke banyak wilayah penting yang dikuasai geng-geng Kurdi dan para milisi sekuler."
Setia Pada ISIS

Kelompok militan Negara Islam dan Suriah (ISIS) terus meluaskan pengaruh mereka dengan merekrut pengikut melalui media sosial. Kali ini, sumpah setia diucapkan oleh pemimpin kelompok militan asal Filipina, Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

Hal itu terungkap dalam video yang diunggah melalui Youtube pada 23 Juli lalu. Dilansir dari laman Filipina, Rappler, Senin (4/8), video yang berdurasi lebih dari enam menit itu menampilkan Isnilon bersama beberapa pria yang menutup wajah mereka.

Diduga para pria itu merupakan para pengikut Isnilon. Dalam keadaan saling merangkulkan tangan, Isnilon memegang selembar kertas dan membacakan janji yang diikuti oleh para pengikutnya.
Dengan menggunakan Bahasa Tagalog, Yakan dan Arab, Isnilon dan para pengikutnya, mengucap sumpah setia kepada pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.
"Kami berbaiat kepada Kalifah Syekh Abu Bakr al-Baghdadi Ibrahim Awwad Al-Qurashi Al-Husseini untuk kesetiaan dan kepatuhan dalam suka dan duka," ungkap Isnilon.

Dia melanjutkan, akan mematuhi al-Baghdadi lebih dari ada pun yang berharga di dunia ini. "Kami tidak akan menganggap orang lain sebagai pemimpin selain dia, kecuali kami melihat dia melakukan tindakan yang dapat dipertanyakan oleh Allah di akhirat," imbuh Isnilon.

Konfirmasi mengenai kebenaran sosok Isnilon dalam video itu telah disampaikan oleh pejabat berwenang di Filipina dan mantan anggota Kelompok Abu Sayyaf. Selain menjadi buronan pihak keamanan di Filipina, Isnilon juga menjadi salah satu sosok yang paling dicari oleh Badan Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat. Bahkan, FBI bersedia memberi imbalan senilai US$5 juta atau Rp58,7 miliar bagi siapa pun yang dapat memberi informasi soal keberadaan Isnilon.

"Dia terbukti bersalah di pengadilan Distrik Columbia karena melakukan tindak terorisme terhadap warga AS dan warga negara lainnya," tulis FBI dalam pengumuman tertulis. Adanya perekrutan di Filipina, kian melebarkan jaringan ISIS di beberapa negara.

Sebelumnya, video perekrutan untuk menjadi anggota ISIS juga beredar di Indonesia. (AFP/CNN/kps/vvn/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru