London (SIB)- Ratusan tentara dikerahkan di Sierra Leone dan Liberia, untuk mengkarantina masyarakat yang diserang virus Ebola mematikan.
Sementara itu korban tewas mencapai 887 orang dan tiga kasus baru terjadi di Nigeria, demikian laporan Reuters. Konvoi panjang truk-truk militer mengangkut tentara dan para pekerja kesehatan mulai bergerak, Selasa (5/8), di daerah timur Sirra Leone, di mana kasus-kasus itu tertinggi jumlahnya. Juru bicara militer Kolonel Michael Sampura mengatakan operasi itu, yang bersandi Octopus melibatkan 750 personel militer.
Pasukan akan berkumpul di kota Bo, Sierra Leone sebelum ke masyarakat-masyarakat terpencil untuk memberlakukan karantina, tambahnya. Para pekerja kesehatan akan diizinkan datang dan pergi secara bebas, dan masyarakat akan tetap mendapat pasokan makanan.
Di Liberia, Presiden Ellen Johnson -Sirleaf dan menteri-menteri melakukan sidang mendadak, Minggu (5/8), untuk membicarakan serangkaian tindakan anti-Ebola sementara polisi menangani masyarakat-masyarakat di daerah Lofa, Liberia utara.
Polisi membangun pos-pos pemeriksaan dan menempatkan penghadang jalan di jalan masuk dan tempat ke luar ke masyarakat yang terinfeksi, dan tidak ada seorangpun diperkenankan pergi. Pasukan digelar untuk daerah-daerah yang terburuk diserang untuk melakukan tindakan-tindakan itu. "Situasi mungkin akan bertambah buruk sebelum dapat menjadi lebih baik," kata Menteri Informasi Liberia Lewis Brown kepada Reuters.
Ketua WHO Margaret Chan, memperingatkan para pemimpin kawasan itu dengan kasus Ebola itu mereka harus mempercepat usaha-usaha mereka untuk mengatasinya dan menjanjikan akan meminta bantuan internasional 100 juta dolar AS untuk mengatasi penyakit itu.
Para pejabat Amerika Serikat dan badan-badan multilateral berencana akan membahas masalah itu dalam satu KTT AS-Afrika tiga hari di Washington.
Kucurkan Dana
Sementara itu, Bank Dunia mengumumkan mengucurkan hingga US$ 200 juta dana darurat untuk membantu tiga negara Afrika Barat menangani wabah Ebola.
Uang itu akan membantu Liberia, Sierra Leone dan Guinea meningkatkan sistem kesehatan masyarakat dan mengatasi dampak ekonomi dari krisis.
Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan ia sangat sedih pada cara Ebola menyebabkan kerusakan sistem kesehatan yang sudah lemah di tiga negara tersebut. Dalam tahun 2014 ini, hampir 890 orang meninggal karena Ebola di Afrika Barat.
Ebola membunuh 90% orang-orang yang terinfeksi dan pasien bisa memiliki kesempatan hidup lebih besar jika dirawat sejak dini.
Penyebaran virus bisa terjadi lewat kontak dengan darah yang terinfeksi, cairan tubuh, organ - atau lingkungan yang terkontaminasi.
Gejala awal penderita Ebola tampak seperti flu, tetapi kemudian virus itu menyebabkan pendarahan eksternal dari mata dan gusi, dan pendarahan internal yang dapat menyebabkan kegagalan organ. Akibat mewabahnya Ebola, Liberia menghentikan semua kegiatan sepak bola karena sepak bola adalah jenis olahraga di mana pemainnya bersentuhan, kata asosiasi sepak bola.
(BBC/Ant/i)