Yerusalem (SIB)- Satu ekskavator menabrak dan menggulingkan satu bus di jalanan utama Yerusalem. Insiden ini menewaskan seorang pejalan kaki, sedangkan si pengemudi ekskavator tersebut tewas ditembak polisi. Seperti dilansir Reuters, Senin (4/8), tidak ada penumpang di dalam bus yang ditabrak ekskavator tersebut. Rekaman video keamanan yang ditayangkan televisi Israel menunjukkan bagian lengan mekanis ekskavator tersebut merobek bagian dalam bus yang terguling di dekat trotoar.
Kepolisian Israel menduga kuat insiden ini merupakan serangan teror yang dilancarkan oleh warga Palestina. Men
urut laporan media Israel, pengemudi ekskavator tersebut diidentifikasi sebagai warga Palestina dari Yerusalem Timur.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus muncul di Yerusalem dalam beberapa bulan terakhir, terlebih setelah Israel meluncurkan gempuran ke Gaza. Kepala Kepolisian Distrik Yerusalem, Yossi Farienti menjelaskan bahwa ekskavator tersebut sengaja menabrak seorang warga.
"Menabrak seorang warga Yahudi di lokasi konstruksi dan kemudian bergerak sejauh 50 meter ke arah jalanan, di mana kemudian membalikkan sebuah bus dengan lengannya, hingga melukai 3 orang," terangnya. "Polisi melihat insiden ini sebagai serangan teror," sebut juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld secara terpisah. Oleh karena itu, lanjutnya, polisi menembak mati pengemudi ekskavator tersebut.
Sedangkan Menteri Keamanan Internal Yitzhak Aharonovitvh menyatakan, gempuran di Gaza yang berlangsung nyaris 4 minggu terakhir, memicu ketakutan adanya serangan balasan terhadap warga Israel. "Dari awal pertempuran dimulai di selatan, kami menyadari bahwa insiden penyerang tunggal bisa terjadi dan serangan traktor cukup familiar di Yerusalem," ucap Aharonovitch kepada televisi setempat, Channel 2.
"Seluruh keluarga (pengemudi) tengah diinterogasi. Kami ingin tahu siapa yang mengirimnya, jika dia bertindak seorang diri, apakah dia tergabung dalam suatu jaringan ,semua hal itu masih diperiksa," jelasnya.
Dua insiden serupa terjadi pada Juli 2008 lalu, ketika kendaraan konstruksi yang dikemudikan warga Palestina menabrak bus-bus milik Israel dan juga sejumlah pejalan kaki, hingga menewaskan 3 orang.
Dalam kedua insiden tersebut, para pelaku penyerangan ditembak mati.
Tiga tahun kemudian, seorang sopir truk Arab menabrak mobil dan sejumlah pejalan kaki di Tel Aviv.
Insiden ini menewaskan 1 orang. Sopir truk tersebut berhasil ditangkap dan kemudian diadili hingga akhirnya divonis hukuman penjara seumur hidup.
Menteri Inggris Mundur
Seorang menteri Inggris mengundurkan diri dari jabatannya dikarenakan kebijakan pemerintah Inggris soal Gaza.
Sang menteri merupakan wanita muslim pertama yang memegang jabatan di Kabinet Inggris.
Lewat akun Twitter miliknya, Baroness Sayeeda Warsi menyampaikan alasan pengunduran dirinya.
"Dengan sangat menyesal, saya pagi ini telah menuliskan dan menyerahkan pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri.
Saya tak lagi bisa mendukung kebijakan pemerintah mengenai Gaza," demikian postingan menteri di Kantor Luar Negeri dan menteri untuk keyakinan dan komunitas tersebut.
Orangtua Warsi adalah imigran Pakistan. Wanita itu berhasil menjadi anggota House of Lords pada tahun 2007.
Warsi pun ditunjuk menjadi menteri di pemerintahan Perdana Menteri David Cameron ketika pemerintahan koalisinya berkuasa pada tahun 2010.
Terkait konflik Gaza, pemerintahan koalisi Cameron telah menuai kritikan, termasuk dari kubu oposisi Partai Buruh.
Sebabnya, pemerintahan Cameron tidak mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel atas operasi militernya di Jalur Gaza, yang telah menelan banyak korban warga sipil Palestina.
(Rtr/dtc/i)