Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Virus Ebola Bisa Jadi Senjata Biologi

* Nigeria Darurat Nasional Virus Ebola
- Minggu, 10 Agustus 2014 13:46 WIB
2.337 view
Virus Ebola Bisa Jadi Senjata Biologi
Rusia (SIB)- Badan Federal Biologi-Medis Rusia (FMBA) mengatakan virus Ebola yang telah menelan hampir seribu nyawa di Afrika Barat dalam beberapa bulan terakhir bisa menjadi senjata biologi mematikan. "Kemungkinan itu ada," kata Vladimir Nikiforov, kepala Departemen Penyakit Menular di FMBA dalam konferensi pers di ibu Kota Moskow, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Sabtu (9/8). "Bahkan virus itu bisa digunakan dalam bentuk semprotan sehingga sangat berbahaya," kata ahli penyakit itu.

Menurut Nikiforov, cukup sulit untuk melacak pembuatan senjata biologi meski Konvensi Senjata Biologi dan Racun pada 1972 sudah diadakan. "Senjata biologi tidak seperti bom nuklir. Untuk membuat bom nuklir orang perlu tambang uranium, pembangkit listrik tenaga nuklir dan seterusnya. Tapi senjata bilogi bisa dibuat di laboratorium kecil yang bisa tersembunyi," kata dia.

Pernyataan Nikifrov itu senada dengan rekan sesama ahli di Universitas Cambridge Dr Peter Walsh. Dia memperingatkan Inggris untuk waspada terhadap penggunaan virus Ebola sebagai senjata mematikan. Dalam laporan surat kabar the Sun, Walsh mengkhawatirkan terjadinya kematian massal jika virus itu digunakan dalam bentuk bom di ruang publik.

Menurut Walsh, hanya ada sedikit laboratorium di dunia ini yang memiliki virus Ebola dan itu dijaga superketat. "Sekarang risikonya adalah kelompok teroris bisa mendapatkan virus ini di Afrika Barat," kata dia. Sejauh ini virus Ebola sudah membunuh 961 orang di Afrika Barat. Virus ini pertama kali memakan korban di Guinea lalu menyebar dengan cepat ke Liberia, Sierra leone dan Nigeria, hingga menulari 1.700 orang.

Nigeria Darurat Nasional Virus Ebola
Presiden Nigeria Goodluck Ebele Jonathan menyatakan negaranya darurat nasional setelah dua warga negaranya meninggal akibat virus Ebola. "Presiden Goodluck Ebele Jonathan menyatakan darurat nasional," kata kantor kepresidenan dalam pernyataan, Sabtu (9/8) di Abuja.

Presiden Jonathan meminta rakyat di negara terpadat di Benua Afrika itu untuk menghindari kerumunan besar agar terhindar dari penyebaran virus mematikan itu. "Kelompok-kelompok keagamaan dan politik, pusat penyembuhan spiritual, keluarga, dan asosiasi diminta menghindari perkumpulan yang menyebabkan adanya kontak jarak dekat dengan penderita (Ebola)," kata kantor kepresidenan.

Presiden Jonathan juga menggelontorkan dana sebesar 11,6 juta dollar AS yang digunakan untuk upaya pencegahan penyebaran virus, termasuk pendirian tempat isolasi dan pemeriksaan di perbatasan. Kepala Negara juga meminta agar setiap jenazah dilaporkan ke pejabat terkait. Penanganan terhadap jenazah secara hati-hati harus mutlak dilakukan.

Pemerintah Nigeria memastikan adanya lima kasus baru terkait Ebola di Lagos. Melalui pernyataan tersebut, pemerintah juga melarang masyarakat menyebarkan berita palsu terkait virus Ebola yang dapat menciptakan kepanikan massal.

Di Nigeria, beredar rumor melalui telepon dan internet selama 24 jam ini bahwa perpaduan garam dan air panas dapat membunuh virus Ebola.

Sementara itu, sekolah-sekolah disarankan untuk memperpanjang hari libur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Tim medis diminta memandang situasi darurat nasional ini sebagai panggilan patriotik untuk bekerja dan melayani. (Russia Today/Mcom/AFP/kps/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru