Beijing (SIB)- Sebanyak 18 orang tersangka penyerangan di Xinjiang menyerahkan diri hari ini. Sebelumnya, polisi setempat telah menembak mati 59 pelaku aksi keji yang menewaskan 37 warga sipil dari etnis minoritas Uighur ini. Demikian dilansir Reuters, Minggu (10/8). Seperti yang diketahui, kelompok militan bertopeng menyerang kantor-kantor pemerintahan dan kantor polisi pada 28 Juli di Shache yang berada di Xinjiang selatan.
Pejabat setempat mengatakan bahwa sebagian besar tersangka bukan merupakan anggota militan fanatik, tapi kebanyakan dari mereka telah ditipu dan dipaksa untuk bergabung dalam serangan itu. Pejabat dari bidang keamanan publik setempat, Abdulkeyum Abdukhadir, mengatakan bahwa tersangka yang masih buron harus menyerahkan diri dan akan diberi hukuman yang ringan.
Belakangan pemerintah Tiongkok memberlakukan beberapa larangan seperti larangan pria berjenggot dan perempuan berjilbab menaiki bus umum di kawasan Xinjiang karena alasan keamanan. Kekerasan etnis dan separatisme memang telah membuat Tiongkok memperketat keamanan wilayah Xinjiang.
(Detikcom/i)