Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Bantu Atasi Ebola, Kanada Sumbang 1.000 Vaksin ke WHO

- Kamis, 14 Agustus 2014 12:21 WIB
237 view
Bantu Atasi Ebola, Kanada Sumbang 1.000 Vaksin ke WHO
Ottawa (SIB)- Badan Kesehatan Publik Kanada akan mendonasikan sekitar 1.000 dosis vaksin bernama VSV-EBOV ke WHO. Namun, vaksin hasil pengembangan para ahli Kanada itu belum pernah dicoba ke manusia. Seperti dilaporkan Laman CBC News, Selasa (12/8), vaksin itu baru dicoba ke hewan dan dinilai menjanjikan untuk menangkal penyebaran virus ebola.

Menteri Kesehatan Kanada Rona Ambrose membenarkan donasi tersebut ketika berbicara di telepon dengan Direktur Jenderal, Margaret Chan mengenai sumbangan itu. "Saya bahagia menawarkan vaksin percobaan yang dikembangkan oleh para peneliti Kanada sebagai sumber global untuk membantu melawan penyebaran virus ini," ungkap Ambrose.

Pemerintah Kanada, lanjutnya, juga menyimpan sedikit pasokan vaksin tersebut sebagai persiapan apabila ada warganya yang tertular virus ebola. Selain itu, sisa dosis vaksin dibutuhkan untuk melakukan kajian toksologi terhadap vaksin itu.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Kesehatan Publik Gregory Taylor mengatakan sebelum didonasikan, dia telah membicarakan mengenai masalah ini. "Kami melihat hal ini sebagai sumber global dan kami perlu berdiskusi untuk mengetahui apa yang terbaik bagi percobaan vaksin ini," kata Taylor. Tidak diketahui dengan jelas berapa banyak vaksin yang dibutuhkan seorang individu agar dapat merasa terlindungi. Untuk sementara waktu, jumlah dosis disesuaikan dari hasil uji coba ke hewan primata.

Sisa dosis vaksin buatan Kanada itu juga dikirim ke rumah sakit di Jenewa, Swiss. Itu semua atas permintaan WHO dan organisasi Dokter Tanpa Batas (MSF). Taylor menyebut vaksin itu merupakan pasokan darurat yang dibutuhkan apabila pekerja medis terinfeksi.

Selain dosis vaksin, Pemerintah Kanada turut mendonasikan dana senilai US$185 ribu atau Rp2,1 miliar kepada WHO sebagai bagian bentuk aksi dukungan pencegahan dan pengendalian infeksi virus Ebola di kawasan Afrika Barat.

Sebelumnya di hari yang sama, WHO menyampaikan penggunaan obat dan vaksin yang belum diujicobakan kepada manusia tergolong etis. Dalam keterangan pers yang disampaikan Selasa kemarin, perwakilan WHO menyebut epidemi Ebola kali ini jauh lebih besar dibandingkan fenomena penyebaran virus di tahun sebelumnya.

Kini total jumlah korban tewas akibat Ebola telah menembus angka 1.016 orang. Data dari BBC, sebanyak 373 orang tewas di Guinea, 315 orang meninggal di Sierra Leone, 323 orang di Liberia, 2 orang di Nigeria dan 1 orang di Spanyol. (vivanews)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru