Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Sepakat Perpanjangan Gencatan Senjata, Israel - Hamas Saling Serang

- Jumat, 15 Agustus 2014 15:43 WIB
278 view
Sepakat Perpanjangan Gencatan Senjata, Israel - Hamas Saling Serang
Gaza City (SIB)- Israel dan Hamas sepakat memperpanjang gencatan senjata di Gaza hingga 5 hari ke depan. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut dinodai dengan adanya serangan dari kedua pihak. Seperti disampaikan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Palestina dan dilansir AFP, Kamis (14/8), empat serangan udara dilancarkan dari Israel ke area terbuka di Gaza. Serangan udara tersebut dilaporkan terjadi sekitar 30 menit setelah gencatan senjata terbaru diberlakukan.

Namun dalam keterangan terpisah, pihak Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan dari serangan roket yang diluncurkan dari Gaza ke wilayahnya pada Rabu (13/8) tengah malam, atau menjelang berakhirnya gencatan senjata 72 jam yang diberlakukan dari Senin (11/8) lalu.

Juru bicara militer Israel menuturkan kepada AFP, militan Palestina di Gaza meluncurkan 8 roket ke wilayah Israel. Enam roket di antaranya jatuh di area terbuka, sedangkan satu roket berhasil ditembak jatuh. Masih menurut juru bicara tersebut, sedikitnya dua serangan roket terjadi Rabu (13/8) dini hari waktu setempat, atau saat perpanjangan gencatan senjata diberlakukan.

Dalam pernyataannya, Israel menegaskan bahwa pihaknya menargetkan lokasi teror yang ada di area Jalur Gaza. Militer Israel menegaskan, akan segera merespons setiap ancaman yang muncul terhadap Israel. Sementara itu, dalam pernyataanya, Hamas membantah militannya bertanggung jawab atas serangan roket ke Israel pada Rabu (13/8) malam. Perunding senior Palestina yang ada di Kairo, Mesir menyatakan, gencatan senjata diperpanjang selama 5 hari untuk memberi kesempatan perundingan yang lebih mendalam dengan Israel.

Israel dan Hamas sebelumnya menyepakati gencatan senjata. Kesepakatan ini memungkinan tim perunding Israel dan Palestina serta Mesir kembali menggelar pembicaraan untuk menciptakan gencatan senjata jangka panjang. "Sebuah kesepakatan gencatan senjata baru selama lima hari telah diterima kedua pihak sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk melakukan negosiasi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.

Ketua tim negosiator Palestina, Azzam al-Ahmed, membenarkan kesepakatan itu dan mengatakan para delegasi telah mencapai kesepakatan dalam banyak hal terkait pencabutan delapan tahun blokade yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Meski demikian, lanjut Azzam, masih banyak sengketa yang harus dibicarakan dan hal itu membutuhkan waktu lebih lama. Kesepakatan gencatan senjata lima hari ini juga dibenarkan seorang pejabat Palestina. "Kami sudah menerima perpanjangan gencatan senjata. Kami selalu mendukung gencatan senjata tanpa syarat. Pertanyaannya apa yang akan dilakukan Hamas," kata pejabat itu.

Sementara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan menunda pengiriman rudal Hellfire terhadap Israel.  AS kecewa terhadap banyak warga sipil Palestina yang tewas akibat konflik di Gaza. Para pejabat gedung putih dan Kementerian Luar Negeri AS akan meninjau setiap permintaan persenjataan yang diajukan Israel secara individu, daripada membiarkan mereka bergerak bebas melakukan serangan.

Mengetahui hal itu, Duta Besar Israel untuk AS Raon Dermer menyampaikan bahwa kabar tersebut tidak benar. Justru Dermer menyampaikan kabar tersebut telah memperkenalkan hubungan di antara kedua pemimpin negara.

“Israel sangat menghargai dukungan yang kami terima selama konflik di Gaza berlangsung baik dari pemerintahan Barack Obama dan Anggota Kongres AS terhadap  hak Israel dalam mempertahankan diri dan meningkatkan pendanaan pada Iron Dome,” tutur Dermer. (Detikcom/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru