Beijing (SIB)- Paus Fransiskus mengirimkan salam kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping saat terbang menuju Korsel, Kamis (14/8). Pesan itu disampaikannya saat pesawat yang membawanya melewati wilayah udara Tiongkok. Ini bukan kali pertama Paus Fransiskus menyampaikan pesan karena pemimpin umat Katolik itu kerap mengirim pesan kepada kepala negara yang wilayah udaranya dilewati.
"Ketika memasuki wilayah udara Tiongkok, saya mengirimkan salam untuk warga negara Anda yang mulia dan memohon doa serta berkat damai bagi bangsa," demikian pesan radio Paus kepada Presiden Xi Jinping. Kementerian Luar Negeri Tiongkok membenarkan bahwa mereka menerima pesan dari Paus Fransiskus dan menekankan komitmen Beijing untuk memperkuat hubungan dengan Vatikan.
Vatikan tidak mempunyai hubungan resmi dengan Tiongkok sesaat setelah Partai Komunis mengambil kekuasaan pada 1949. Gereja Katolik di Tiongkok terbagi dua menjadi gereja "resmi" yang dikenal sebagai "Asosiasi Patriotik" --yang bertanggungjawab kepada partai dan gereja bawah tanah yang bersumpah setia kepada Paus di Roma.
Paus Fransiskus tidak menyebut Tiongkok atau semenanjung Korea dalam percakapan singkat dengan wartawan di dalam pesawat, tetapi meyakinkan media akan usahanya mengenai upaya mengembangkan perdamaian di dunia yang terpecah belah dan mengalami kekerasan. "Semoga kata-kata Anda membantu menyatukan ... saya meminta Anda untuk selalu menyebarkan pesan damai, selalu mencari pesan damai karena apa yang terjadi (di dunia) sangat buruk," katanya.
Namun pesan Paus Fransiskus“dinodai†dengan munculnya laporan bahwa pejabat Tiongkok mengancam para mahasiswa Katolik Tiongkok dan pendeta agar tidak ambil bagian dalam setiap event terkait kunjungan Paus Fransiskus.
Situs AsiaNews melaporkan sekitar 80 mahasiswa batal mengikuti event tersebut setelah mendapat peringatan akan adanya konsekuensi jika berpartisipasi. Sejumlah pendeta Tiongkok yang tengah berada di Korsel telah dipanggil pulang sebelum kedatangan Paus Fransiskus.
Saat diminta tanggapan atas laporan tersebut, jubir komite yang menyambut kedatangan paus, Heo Young-yeop, mengatakan beberapa pemuda Katolik Tiongkok telah dilarang berkunjung ke Seoul. “Saya yakin beberapa pemuda Tiongkok telah tiba, namun sejauh yang saya ketahui tidak semua bisa datang karena situasi rumit dengan Tiongkok,†ujar Heo.
Kunjungan Paus Fransikus juga ditandai dengan penembakkan tiga roket oleh Korut. Roket-roket jarak pendek tersebut diluncurkan pada sekitar pukul 09.30 waktu setempat dari lokasi di dekat pelabuhan Wonsan, bagian timur Korut. Roket-roket tersebut ditembakkan ke perairan Laut Jepang dengan jarak sejauh 220 kilometer.
"Roket-roket itu diyakini telah ditembakkan dari sebuah peluncur roket ganda 300 milimeter," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel. Diimbuhkan juru bicara tersebut, militer Korsel kini telah meningkatkan pengawasan di sepanjang perbatasan Korsel dan Korut.
Kunjungan Paus Fransiskus ke Korsel merupakan pengakuan terhadap salah satu negara Asia dengan masyarakat Katolik paling cepat berkembang, paling taat, dan paling berpengaruh. Kunjungan bersejarah itu juga menjadi pengakuan adanya pergeseran demografi dalam Gereja Katolik saat terjadi peningkatan jumlah umat yang berasal dari Amerika Latin, Afrika, dan Asia ketimbang dari basis historisnya di Eropa.
"Kunjungan Paus ke Korea Selatan merupakan bagian pertama dari sebuah pembukaan yang sangat cerdas ke Asia," kata Lionel Jensen, Profesor Bahasa dan Budaya Asia Timur University of Notre Dame. "Kehadiran Paus merupakan simbol kuat akan pengakuan Vatikan bahwa di Asia dan Sub-Sahara Afrika, gereja tumbuh paling menonjol."
Paus Fransiskus akan membawa pesan tentang "masa depan Asia" dan akan menggunakan kunjungannya untuk "berbicara kepada semua negara di benua itu". Demikian kata orang nomor dua Vatikan, yaitu Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, dalam sebuah wawancara televisi.
Dalam kunjungannya itu, Paus Fransiskus akan membeatifikasi 124 martir Korea, memimpin perayaan Hari Pemuda Asia ke-6 yang merupakan pertemuan para pemuda Katolik Asia, menyelenggarakan Misa Kudus bagi perdamaian dan rekonsiliasi yang dimaksudkan untuk berdoa bagi perdamaian, termasuk hubungan Korea Selatan dengan Korea Utara. "Salah satu misi Paus Fransiskus adalah pergi ke Korea dan berdoa bagi rekonsiliasi dan perdamaian," kata juru bicara Vatikan, Pater Federico Lombardi.
Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu Presiden Park Geun-hye, serta menyelenggarakan misa bersama anggota keluarga korban kapal feri Sewol yang tenggelam dan bertemu para perempuan, yang dipaksa jadi budak seks oleh Jepang dalam Perang Dunia II.
Gereja Katolik terus bertumbuh di Korea Selatan. Umatnya meningkat dari dari 5,2 juta pada 2005 menjadi 5,4 juta pada 2013. Angka itu memperlihatkan perlambatan pertumbuhan yang signifikan dari tingkat pertumbuhan 70 persen yang terlihat dalam 10 tahun hingga 2005. Hanya 10,4 persen warga Korea Selatan yang Katolik. Kebanyakan adalah penganut Buddha atau Protestan.
Di negara di mana teknologi paling baru bercokol dan rumah tangga dengan rata-rata utang terbesar, Paus Fransiskus diharapkan untuk menyampaikan pesan seperti biasa tentang kesederhanaan dan kerendahan hati. Paus telah meminta mobil kecil untuk perjalanannya selama kunjungan itu.
(Detikcom/AP/R15/f)