Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Disidang Kepemilikan Ganja, Terdakwa Isap Ganja di Pengadilan

Redaksi - Sabtu, 01 Februari 2020 15:56 WIB
263 view
 Disidang Kepemilikan Ganja, Terdakwa Isap Ganja di Pengadilan
tempo.co
Spencer Boston
Washington (SIB)
Seorang terdakwa pria dengan santai merokok ganja di ruang pengadilan Tennessee ketika disidang dalam kasus kepemilikan ganja. Saat kejadian terdakwa bernama Spencer Boston berada di pengadilan di Wilson County, Tennessee dan ia menghadapi tuduhan kepemilikan ganja, menurut Departemen Sheriff Wilson County Letnan Scott Moore. Tetapi ketika dia berdiri untuk menghadap Hakim Haywood Barry, dia mulai mengungkapkan pandangannya tentang mengapa ganja harus dilegalkan.

Dan untuk memperkuat alibinya, dia merogoh jaketnya dan mengeluarkan sebatang rokok ganja dan kemudian mengeluarkan sekotak korek api dan lalu menyalakannya, menurut laporan CNN, Jumat (31/1).

Boston menghisap rokok itu beberapa kali sebelum petugas keamanan menyadari apa yang terjadi. Mereka menahan Boston dan mengantarnya keluar dari ruang sidang, kata Moore. Boston belum selesai. Sebelum dibawa keluar, dia menoleh ke ruang sidang dan menyatakan, "Orang-orang pantas mendapat yang lebih baik!" Orang-orang yang berada di ruang sidang tertawa, kata Moore.

Kantor Sheriff Wilson County mengatakan Boston didakwa dengan perilaku tidak tertib dan kepemilikan ganja. Barry juga menahannya atas kasus penghinaan atas tindakannya. Boston saat ini menjalani 10 hari penjara karena penghinaan. Setelah itu, dia berhak untuk membayar jaminan sebesar US$3.000 atau Rp 40 juta lebih, kata Moore. Sementara sidang berikutnya akan dijadwalkan pada 14 April.

Petugas pengadilan mengatakan banyak yang tertawa terbahak-bahak akibat ulah Boston. "Saya telah berada di penegakan hukum selama 20 tahun dan ini adalah hal yang paling aneh yang saya lihat di ruang sidang.

Dia jauh lebih berani daripada saya," kata Moore. "Ketika Anda menghadap seorang hakim, ada tingkat penghormatan yang tinggi di pengadilan yang harus dipertahankan dan dia jelas tidak menghormati hakim dan ruang sidang sehingga harus ada konsekuensinya," tambahnya. Boston tidak memiliki riwayat penangkapan sebelumnya sebelum insiden ini di pengadilan. Moore mengatakan tindakan Boston menyalakan ganja tampak sudah direncanakan sebelumnya. (T/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru