Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

AS Sebut Aktivitas Rusia di Ukraina Sangat Berbahaya dan Provokatif

*Rusia Jamin Tak Ada Tentaranya dalam Konvoi Kemanusiaan di Ukraina
- Senin, 18 Agustus 2014 11:24 WIB
237 view
AS Sebut Aktivitas Rusia di Ukraina Sangat Berbahaya dan Provokatif
Washington (SIB)- Gedung Putih mendesak Moskow untuk menghentikan upaya-upayanya yang provokatif dan sangat berbahaya untuk mengganggu kestabilan Ukraina. Desakan ini disampaikan AS di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah konflik Ukraina timur dalam 24 jam terakhir.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS Caitlin Hayden menyatakan dalam statemen seperti dilansir AFP, Sabtu (16/8), telah terjadi eskalasi aktivitas Rusia dalam beberapa pekan terakhir untuk meningkatkan ketegangan di Ukraina timur.

Sebelumnya, pemerintah Ukraina menyatakan, militernya telah merusak satu kendaraan lapis baja Rusia yang menyusup ke wilayah Ukraina. Beberapa hari ini, Ukraina juga mencemaskan konvoi kendaraan yang menurut Rusia hanya mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga di kota-kota yang dikuasai pemberontak pro-Rusia. Namun menurut Ukraina, konvoi kendaraan tersebut merupakan dalih Rusia untuk memberikan bantuan militer bagi separatis.

"Bahkan meski kita masih berupaya mengumpulkan informasi (mengenai kendaraan lapis baja Rusia yang rusak sebagian itu), kami menekankan keprihatinan kami atas penyusupan yang didukung Rusia ke Ukraina," tutur Hayden.

Hayden mengingatkan, "eskalasi dalam aktivitas Rusia yang dirancang untuk mengganggu kestabilan Ukraina dalam pekan-pekan terakhir adalah sangat berbahaya dan provokatif." "Itu termasuk memasok para pejuang separatis dengan tank-tank, kendaraan lapis baja, artileri dan peluncur roket," imbuh Hayden.

Menurut Hayden, Rusia juga kerap melancarkan serangan artileri dan roket dari wilayah Rusia ke Ukraina. Sebelumnya, Moskow telah berulang kali membantah mendukung para pemberontak di Ukraina timur.

Rusia Jamin Tak Ada Tentaranya
Pemerintah Rusia tengah mendapat sorotan terkait konvoi kendaraan, yang disebutnya mengangkut bantuan kemanusiaan untuk warga di kota-kota di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak pro-Rusia. Pemerintah Ukraina menuding konvoi tersebut sebagai dalih bagi Rusia untuk memberikan bantuan militer bagi pemberontak Ukraina.

Namun Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu menegaskan, tak ada tentara Rusia dalam konvoi kemanusiaan tersebut. Penegasan itu disampaikan Shoigu kepada Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel yang meneleponnya pada Jumat, 15 Agustus waktu setempat.

"Menteri Shoigu menjamin bahwa tak ada personel militer Rusia yang terlibat dalam konvoi kemanusiaan itu, juga bahwa konvoi tersebut tidak digunakan sebagai dalih untuk mengintervensi lebih jauh di Ukraina," demikian disampaikan Pentagon seperti dilansir AFP, Sabtu (15/8).

Beredar laporan bahwa kendaraan-kendaraan yang mengangkut bantuan kemanusiaan Rusia itu, sangat mirip dengan model kendaraan yang digunakan militer Rusia. Juga beredar rumor bahwa para sopir kendaraan tersebut adalah tentara-tentara Rusia.

Pemerintah Ukraina khawatir bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan upaya Rusia untuk menyelundupkan senjata ke para separatis atau bisa memicu insiden bersenjata, yang nantinya akan digunakan untuk menjustifikasi intervensi Rusia yang lebih kuat.

Namun kepada Hagel, Shoigu bersikeras bahwa kendaraan-kendaraan tersebut kendaraan militer yang disamarkan. Shoigu pun berjanji bantuan yang diangkut Rusia tersebut akan dibagikan sebagaimana mestinya oleh sebuah pihak ketiga yang netral. (AFP/dtc/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru