Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Senat AS Setuju Batasi Kewenangan Trump Perang dengan Iran

* Hadapi Iran, Israel Akan Kembangkan Drone Skala Besar
Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2020 19:16 WIB
255 view
Senat AS Setuju Batasi Kewenangan Trump Perang dengan Iran
Brendan Smialowski / AFP
Presiden AS Donald Trump. 
Washington (SIB)
Senat Amerika Serikat sepakat untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran. Dalam pemungutan suara yang digelar Kamis (13/2) waktu setempat, sebanyak 55 anggota menyetujui resolusi itu termasuk delapan senator dari Republik, partai pendukung Trump, sementara 44 menolak.

Dengan resolusi ini maka Trump harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kongres sebelum meluncurkan serangan ke Iran. "Senat baru saja menyepakati, mayoritas senator bipartisan tidak ingin presiden menyatakan perang tanpa persetujuan Kongres," kata pemimpin Senat dari Demokrat Chuck Schumer usai pemungutan suara.

Resolusi itu selanjutnya akan dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat. Trump kemungkinan akan menggunakan hak veto untuk melawan resolusi itu, seperti yang dia lakukan ketika Kongres memintanya mengakhiri dukungan bagi serangan Arab Saudi di Yaman.

Resolusi ini dirancang setelah Trump memerintahkan menyerang Iran hingga menewaskan Mayor Jenderal Qasem Soleimani pada Januari lalu. Keputusan Trump untuk menyerang perwira tinggi militer Iran itu menuai kecaman karena dilakukan tanpa sepengetahuan Kongres.

Beberapa saat sebelum pemungutan suara di Senat itu, sebuah roket menghantam pangkalan militer pasukan AS di Irak. Pernyataan resmi militer Irak mengatakan tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat serangan tersebut.

Pasukan keamanan melaporkan menemukan landasan berjarak lima kilometer dari markas militer. Landasan tersebut yang diduga dipakai untuk menembakkan roket. Di lokasi tersebut ditemukan 11 roket utuh yang belum ditembakkan, namun para pelaku sudah melarikan diri. Ini adalah rangkaian serangan dari total hampir 20 roket sejak akhir Oktober tahun lalu. Serangan itu ditujukan kepada pasukan militer AS yang berada di seluruh Irak serta Kedutaan Amerika di Baghdad.

Washington menuduh serangan itu berasal dari Kateeb Hesbollah yang berhubungan dekat dengan Iran. Mereka kemudian melakukan serangan balasan yang menewaskan 25 pejuang kelompok itu. Para pendukung Kateeb Hebollah kemudian mengepung kedutaan AS di Baghdad. Mereka menerobos batas luarnya dan melakukan pelanggaran yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Kembangkan Drone Skala Besar
Militer Israel menyatakan akan membeli dan mengembangkan pesawat tanpa awak atau drone skala besar untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan demi menghadapi ancaman Iran dan sekutu. "Rencana ini akan meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata Israel yang mematikan dalam hal ketepatan dan pengurangan durasi operasi militer," ucap Panglima Militer Israel Aviv Avikom melalui pernyataan di rencana kerja angkatan bersenjata 2020-2024.

Rencana program kerja itu dikabarkan telah disetujui Menteri Pertahanan Naftali Bennett dan dipresentasikan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Rencana itu selanjutnya akan dikirim ke kabinet keamanan Israel untuk persetujuan.

"Kami ingin menciptakan kesenjangan yang lebih besar lagi antara kapabilitas militer kami dan musuh-musuh kami," kata Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus. "Kami akan memperoleh (drone) dalam jumlah yang sangat besar, memperoleh, mengembangkan, dan menyesuaikan, serta memperbarui untuk memiliki kemampuan memberikan kekuatan tembakan yang sangat tepat terhadap musuh," kata Conricus.

Israel memang menjadi salah satu produsen drone terbaik di dunia bersama Amerika Serikat dan China. Namun, Israel tak menjabarkan perkiraan biaya untuk membeli dan mengembangkan alutsista tersebut. Garis besar rencana tersebut menunjukkan bahwa pertahanan Israel tetap melihat kelompok Hizbullah di Libanon, kelompok Hamas di Palestina, dan unit khusus angkatan bersenjata Iran, pasukan Al Quds, sebagai ancaman paling mendesak bagi negara. Conricus menuturkan pihaknya telah mempersiapkan sebuah unit yang memiliki kapasitas dan struktur sebuah angkatan bersenjata. (Detikcom/okz/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru