Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Korut Tembak Mati Pasien Terduga Virus Corona

Redaksi - Senin, 17 Februari 2020 23:16 WIB
380 view
Korut  Tembak Mati Pasien Terduga Virus Corona
waspada.co.id
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un
Seoul (SIB)
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un muncul di publik pertama kali, setelah 22 hari tidak terlihat, di tengah ancaman virus corona yang mewabah dari China hingga ke sejumlah negara. Media pemerintah Korut, Sabtu (15/2), melaporkan Kim mengunjungi makam nasional dan memperingati hari lahir sang ayah, mantan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il.

Dia memberikan penghormatan terhadap patung Jong-il di Istana Matahari Kumsusan di ibu kota negara, Pyongyang. Kemunculan itu merupakan yang pertama sejak Kim menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek pada 25 Januari lalu, tulis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Dalam kunjungan itu, Kim didampingi para pejabat tinggi partai, termasuk Kepala Presidium Majelis Tinggi RakyatChoe Ryong Haedan Wakil Ketua Komisi Urusan Dalam Negeri Pak Pong Ju. Hari lahir Jong-il, yang jatuh pada 16 Februari, adalah hari libur nasional sebagai peringatan Hari Sang Bintang Benderang.

Sejauh ini, Korea Utara belum mengonfirmasi ada kasus infeksi virus corona. Namun KCNA menyebut bahwa pemerintah memperpanjang periode karantina bagi orang-orang yang menunjukkan gejala infeksi menjadi 30 hari. Seluruh institusi pemerintahan dan orang asing yang tinggal di negara itu diminta mematuhi kebijakan tersebut tanpa kecuali.

Namun Korut dilaporkan mengeksekusi seorang pasien yang diduga telah terinfeksi virus corona karena berkunjung ke fasilitas umum. Negara yang dipimpin Kim Jong-un, itu menghukum mati seorang pria karena dia menolak dikarantina serta pergi ke pemandian umum.

Pasien ditangkap oleh petugas dan langsung ditembak, di saat Korut mengambil langkah militer untuk mencegah penyebaran Covid-19. Surat kabar Korea Selatan Dong-a Ilbo, melaporkan bahwa pria itu ditempatkan di ruang isolasi setelah melakukan perjalanan ke China. Pria tersebut merupakan seorang pejabat pemerintah. (okz/f)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru