Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2020 22:35 WIB
208 view
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri
kompas.com
RS King Fahd Jeddah
Jeddah (SIB)
Seorang mahasiswa asing dikabarkan tewas bunuh diri di Rumah Sakit King Fahd Jeddah, Arab Saudi, setelah mengira dirinya tertular virus corona pada Sabtu (15/2). Dilansir Arab News, Departemen Kesehatan Jeddah mengeluarkan pernyataan. Isinya tentang seorang mahasiswa yang dikirim ke rumah sakit oleh Otoritas Bulan Sabit Merah pada Jumat (14/2).

Si mahasiswa asing itu dibawa ke Rumah Sakit King Fahd setelah menunjukkan gejala pernapasan yang mirip dengan virus corona. Pasien tersebut sedang dirawat berdasarkan norma medis yang berlaku dan seluruh tindakan pencegahan sudah dijalani. Dia pun akhirnya masuk karantina sambil menunggu hasil laboratorium. Hasil dari laboratorium menunjukkan dia negatif terinfeksi virus corona pada Sabtu pagi, namun nahasnya sang pasien bunuh diri. "Pasien tersebut sudah berada di ruang isolasi, berdasarkan peraturan kesehatan, namun dia membuka pengaman jendela dan menjatuhkan diri pukul 12:24 dini hari," ujar sumber dari departemen kesehatan.

Sumber dari dinas kesehatan tersebut melanjutkan korban kemudian dinyatakan tewas pukul 03:30 pagi. Pasien tersebut telah berada di kerajaan Arab Saudi selama delapan bulan. Dia merupakan mahasiswa Universitas King Abdulaziz. Tidak diberitakan dari mana asal negara pasien yang bunuh diri tersebut. Al-arabiya dan Sabq.org menginformasikan dari otoritas terpercaya yang tidak ingin disebut namanya bahwa pasien tersebut berasal dari China.

Saat ini pihak berwenang dan otoritas keamanan sedang menginvestigasi kasus bunuh diri tersebut. Hingga saat ini korban wabah virus corona mencapai angkat 1.770 orang tewas di seluruh dunia. Sebanyak 1.765 orang di antaranya berasal dari daratan utama China. Kemudian 71.326 orang dinyatakan tertular virus corona, di mana pemerintah China mengumumkan bahwa 10.610 orang telah pulih. (Arab News/kps/d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru