Seoul (SIB)- Amerika Serikat dan Korea Selatan (Korsel) memulai latihan militer gabungan, meski adanya kecaman dari Korea Utara (Korut) atas latihan tahunan tersebut. Korut bahkan telah mengancam akan melakukan serangan balasan tanpa ampun jika latihan militer itu tetap digelar.
Latihan yang diberi nama "Ulchi Freedom Guardian" ini akan berlangsung hingga 29 Agustus mendatang. Meski sebagian besar akan diperagakan lewat komputer, namun latihan ini melibatkan puluhan ribu tentara Korsel dan AS. Latihan ini dimaksudkan untuk menguji coba kesiapan atas invasi Korut.
Menurut Kementerian Pertahanan Korsel seperti dilansir AFP, Senin (18/8), latihan tahun ini, untuk pertama kalinya, mensimulasi respons atas ancaman serangan nuklir. Ini dilakukan dengan menggunakan strategi pertahanan yang dibahas dalam pertemuan pertahanan AS-Korsel tahun lalu.
Pemerintah Korut telah berulang kali menyerukan pembatalan latihan militer tersebut. Negeri komunis itu bahkan mengancam akan melakukan "serangan preemtif terkuat, tanpa ampun" jika latihan militer AS-Korsel itu tetap dilaksanakan.
Atas ancaman Korut ini, pejabat-pejabat Korsel menyatakan, militer negeri itu akan dalam keadaan siaga tinggi selama berlangsungnya latihan militer AS-Korsel ini. "Jika Korut melakukan tindakan provokatif, kami akan membalas dengan keras," ujar seorang pejabat tinggi militer Korsel kepada para wartawan di Seoul.
(AFP/dtc/c)