Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Pasien Virus Corona yang Sembuh di China Kembali Terinfeksi

* Italia Tutup Sekolah dan Tempat Publik di 10 Kota
Redaksi - Minggu, 23 Februari 2020 22:02 WIB
249 view
Pasien Virus Corona yang Sembuh di China Kembali Terinfeksi
liputan6.com
Dua pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona meninggalkan Rumah Sakit Umum Rakyat Keempat Provinsi Qinghai di Xining, China, Jumat (21/2). China melaporkan seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona kembali positif terin
Beijing (SIB)
Seorang pasien yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona jenis baru di Chengdu, Provinsi Sichuan, China harus kembali menjalani perawatan di rumah sakit karena kembali positif terinfeksi selama masa karantina di rumah. Hal itu dilaporkan oleh pusat klinis kesehatan kota tersebut pada Jumat (21/2).

Menurut pusat klinis Chengdu, kasus serupa juga dilaporkan di beberapa daerah lainnya di wilayah China daratan. Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional negara itu merekomendasikan agar pasien yang dinyatakan pulih untuk terus memantau kondisi mereka selama 14 hari, tak lupa untuk terus memakai masker dan mengurangi kegiatan di luar rumah pasca keluar dari rumah sakit karena adanya risiko tertular jenis patogen lainnya.

Sementara itu otoritas di Italia utara memerintahkan penutupan sekolah-sekolah, bar dan tempat-tempat publik lainnya di 10 kota menyusul dikonfirmasinya belasan kasus baru virus corona di negeri itu. Lima dokter dan 10 orang lainnya telah dinyatakan positif corona di wilayah Lombardy, setelah tampaknya mengunjungi bar dan grup teman yang sama. Dua kasus coronavirus lainnya dilaporkan di Veneto yang bertetangga dengan Lombardy.

Sebagai langkah pencegahan, lebih dari 50 ribu orang di wilayah tersebut telah diminta untuk tetap berada di rumah masing-masing. Semua aktivitas publik seperti karnaval, kebaktian gereja dan event olahraga telah dilarang selama seminggu ke depan. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan bahawa "semuanya terkendali", dan menekankan bahwa pemerintah melakukan "pencegahan level sangat tinggi".

Jalan-jalan kota tampak lengang dengan hanya beberapa orang yang terlihat melintas. Di kota Casalpusterlengo tampak papan pesan elektronik besar bertuliskan "Coronavirus: warga diminta tetap di dalam ruangan sebagai pencegahan" yang dipasang di luar gedung balai kota.

Sebelum kemunculan belasan kasus baru tersebut, Italia hanya melaporkan tiga kasus corona yang terdiri dari dari dua turis China asal Wuhan yang dinyatakan positif corona di Roma pada akhir Januari lalu, dan seorang warga Italia yang dievakuasi dari Wuhan dengan penerbangan khusus bersama sekitar 56 warga Italia.

Setelah kemunculan tiga kasus tersebut, otoritas Italia menghentikan sementara semua penerbangan langsung dari dan ke China. Langkah itu telah memicu kemarahan pemerintah Beijing. "Masalah diplomatik dan ekonomi adalah fundamental namun kesehatan lebih diutamakan," tegas Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza.

Sebelumnya bus yang membawa warga Ukraina yang dievakuasi dari Wuhan, China, karena wabah virus corona diserang sekelompok demonstran. Sedikitnya 10 orang mengalami luka-luka dalam insiden ini. Kementerian Urusan Dalam Negeri Ukraina menyatakan sembilan polisi dan satu warga sipil mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Kamis (20/2) waktu setempat.

Para demonstran memblokir ruas jalanan di kota Noviy Sanzhari, tepatnya di dekat fasilitas medis milik Garda Nasional Ukraina yang akan menjadi lokasi karantina warga Ukraina yang baru dipulangkan dari Wuhan, pusat wabah virus corona tersebut.

Kementerian Urusan Dalam Ukraina dalam pernyataannya menyebutkan, 'sejumlah warga yang agresif' melempari bus itu dengan batu. Satu orang berupaya menabrak polisi yang berjaga dengan sebuah mobil. Tindakan tegas akan diambil terhadap orang-orang yang anarkis itu.

Ditambahkan Avakov bahwa satu polisi di antaranya mengalami luka serius. Kepolisian Ukraina telah memulai dua penyelidikan kriminal terkait aksi anarkis tersebut. Laporan Associated Press menyebut ada 45 warga Ukraina dan 27 warga negara asing dari beberapa negara lainnya yang dipulangkan dengan satu pesawat dari Wuhan. Otoritas setempat menyebut warga asing yang dipulangkan berasal dari Belarus, Kazakhstan, Argentina, Ekuador, Costa Rica, Republik Dominika, Panama dan beberapa negara lainnya. (Detikcom/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru