Gaza City (SIB)- Gencatan senjata terbaru antara Israel dan Hamas diterapkan di Gaza. Kedua pihak sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata hingga 24 jam ke depan. Seperti dilansir AFP, Selasa (19/8), gencatan senjata ini disepakati oleh perunding Israel dan Palestina yang berada di Kairo, Mesir, hanya beberapa menit sebelum gencatan senjata sebelumnya, selama 5 hari berakhir pada Senin (18/8) tengah malam.
Kini, pihak Mesir sebagai mediator terus mendorong kedua pihak untuk menyepakati gencatan senjata dalam jangka waktu yang lebih lama. Sejauh ini, konflik di Gaza telah merenggut lebih dari 2 ribu nyawa warga Palestina dan 67 nyawa dari pihak Israel. "Kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama 24 jam," terang seorang pejabat senior Palestina kepada AFP di Kairo.
Secara terpisah, Israel juga mengkonfirmasi perpanjangan gencatan senjata di Gaza, demi memberi kesempatan bagi perundingan gencatan senjata dalam jangka waktu lebih lama. "Menanggapi permintaan Mesir, Israel setuju untuk memperpanjang gencatan senjata hingga 24 jam ke depan demi melanjutkan perundingan," ujar seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya.
Perundingan yang digelar di Kairo memfokuskan pada pembahasan proposal Mesir yang mengakomodir permintaan Palestina, seperti pencabutan blokade Israel di Gaza yang sudah berlangsung selama 8 tahun terakhir. Namun dalam praktiknya, hal tersebut menuai perdebatan dari pihak Israel.
Hamas, yang juga tergabung dalam delegasi Palestina, menyatakan bahwa pihaknya sepakat untuk menahan serangan selama 24 jam ke depan, sesuai dengan permintaan Mesir. "Perundingan menghadapi kesulitan karena adanya sikap ngotot terkait pendudukan dan perpanjangan 24 jam menjadi permintaan mediator demi memberi kesempatan lain," tutur anggota delagasi Hamas, Izzat al-Rishq via akun Twitter-nya. Kepada wartawan di Kairo, kepala delegasi Palestina, Azzam Al-Ahmad menyatakan, bahwa waktu 24 jam ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai kesepakatan demi mengakhiri konflik.
Pihak Israel dan Hamas dihadapkan pada tiga pilihan, yakni mencapai kesepakatan jangka panjang, atau menerima perpanjangan gencatan senjata kembali atau mengambil risiko dengan melanjutkan pertempuran. Tujuan dari Mesir sebagai mediator ialah mencapai kesepakatan jangka panjang demi menghentikan pertumpahan darah di Gaza yang sudah berlangsung selama lebih dari sebulan ini.
(AFP/dtc/q)