Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Pengungsi Ukraina Diserang Separatis Pro-Rusia, Puluhan Orang Tewas

- Rabu, 20 Agustus 2014 10:54 WIB
553 view
Pengungsi Ukraina Diserang Separatis Pro-Rusia, Puluhan Orang Tewas
SIB/ist
Pengungsi asal Lugansk yang juga terdiri dari ibu dan anak anak berkumpul menunggu diberangkatkan dengan bus ke stasiun KA menuju kota Irkutsk, Siberia, Rombongan oengungsi yang akan meninggalkan kota Lugansk di kabarkan diserang pemberontak Pro Rusia, Se
Kiev (SIB)- Otoritas Ukraina menuding separatis pro-Rusia menyerang rombongan pengungsi yang hendak meninggalkan wilayah konflik. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil Ukraina. Seperti dilansir AFP, Selasa (19/8), militer Ukraina menyebut bahwa para separatis menggunakan persenjataan yang disuplai oleh Rusia untuk menyerang warga dewasa serta anak-anak dalam rombongan berbendera putih yang bergerak meninggalkan kota Lugansk, Ukraina bagian timur.

Juru bicara otoritas keamanan Ukraina, Andriy Lysenko, menyatakan, para separatis dengan sengaja menargetkan warga sipil sebagai sasaran serangan. Padahal, lanjutnya, sudah jelas-jelas mereka memberikan penanda bahwa mereka sipil. "Konvoi tersebut membawa bendera putih dan ditandai sebagai sipil," sebut Lysenko.

Otoritas Ukraina mengklaim telah menemukan 15 jasad warga sipil di lokasi serangan roket terhadap rombongan pengungsi. Bus dan mobil yang ditumpangi para pengungsi diyakini diserang oleh separatis pro-Rusia. "Pada pukul 19.00 waktu setempat, semalam, kami mengevakuasi sekitar 15 jasad ... Pencarian terus masih terus dilakukan," terang juru bicara militer Ukraina, Andriy Lysenko, kepada Reuters, Selasa (19/8).

Disebutkan Lysenko, otoritas Ukraina meyakini bahwa rombongan warga sipil tersebut dibombardir dengan mortir dan sistem roket Grad yang disuplai dari Rusia. Situasinya, menurut Lysenko, benar-benar hancur. "Kami meminta agar video apa pun dari lokasi kejadian, untuk tidak dirilis ke publik, karena itu sangat mengerikan," ucapnya.

Dalam pernyataannya, militer Ukraina menyebutkan bahwa jasad warga sipil tersebut ditemukan dalam keadaan hangus terbakar sehingga sulit dikenali. Diduga banyak jasad yang hancur akibat terkena ledakan roket. Parahnya, menurut militer Ukraina, terdapat wanita dan anak-anak di antara korban tewas.

Lysenko juga menyebut sudah ada 25 pertempuran dalam 24 jam terakhir dengan pasukan pemerintah mendapatkan kembali bagian dari kota Luhanks. "Luhanks hampir sepenuhnya dikepung dan operasi untuk membebaskannya dari itu terjadi sekarang," kata Lysenko.

Di sisi lain, tudingan ini menuai bantahan dari pemimpin separatis pro-Rusia di Donetsk, yang merupakan wilayah tetangga Lugansk. Menurut Alexander Zakharchenko yang merupakan pemimpin Republik Rakyat Donetsk, sama sekali tidak ada serangan terhadap warga sipil.

Zakharchenko justru menuding balik bahwa tentara Ukraina yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. "Tidak ada satu pun konvoi pengungsi yang ditembaki di wilayah Lugansk," tuturnya kepada wartawan setempat.

Menurut akun Twitter resmi Presiden Petro Poroshenko, militer Ukraina pada hari Minggu telah memasuki wilayah Donetsk dan mengibarkan bendera Ukraina di depan kantor polisi di distrik tersebut. Pasukan Ukraina juga telah berhasil menguasai kembali kota strategis Yasynuvata di Donetsk di bagian tenggara negara itu. (AFP/Rtr/dtc/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru