Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Kerusuhan di Ferguson Berlanjut, 2 Perusuh Tertembak

* Presiden Obama Kirim Jaksa Agung ke Ferguson
- Rabu, 20 Agustus 2014 10:55 WIB
760 view
Kerusuhan di Ferguson Berlanjut, 2 Perusuh Tertembak
SIB/ist
Seorang warga Ferguson,Missouri keturunan Afro-Amerika bersujud menampangkan plakat bernada seruan "Berhenti Membunu kami" saat mengikuti aksi demo,Selasa (19/8) menuntut keadilan atas kematian seorang remaja yang di tembak mati seorang petugas kepolisian
Missouri (SIB)- Kerusuhan yang melanda kota Ferguson, Missouri, Amerika Serikat, terus berlanjut. Yang terbaru dilaporkan 2 orang tertembak dan sekitar 31 orang lainnya ditangkap. Para demonstran melemparkan batu dan bom molotov ke arah polisi, sehingga polisi terpaksa melepas tembakan gas air mata. Namun dilaporkan ada juga demonstran yang membawa senjata api dan melepas tembakan ke arah polisi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (19/8), Kapten Ron Johnson dari Patroli Jalan Raya Missouri menuturkan, sedikitnya dua orang luka-luka akibat terkena tembakan yang dilepaskan dari senapan demonstran lain.

Sedangkan, lanjutnya, sebanyak 31 orang lainnya ditangkap. Johnson menegaskan, polisi sama sekali tidak melepas tembakan bersenjata ke arah demonstran.
Lebih lanjut, Johnson mengungkapkan bahwa empat polisi terluka dalam bentrokan yang terjadi di pinggiran Saint Louis. Hal ini semakin memicu kekhawatiran atas perlakuan polisi terhadap kaum minoritas di AS. Unjuk rasa di Ferguson ini memprotes kematian ABG kulit hitam bernama Michael Brown (18) yang tewas ditembak polisi di siang hari bolong pada 9 Agustus lalu. Polisi yang menembak Brown diketahui seorang polisi kulit putih berusia 28 tahun dan bernama Darren Wilson.

Johnson menjelaskan, unjuk rasa yang berlangsung pada Senin (18/8) waktu setempat awalnya berlangsung damai, tempat beberapa jam setelah Presiden Barack Obama menyerukan agar semua pihak tetap tenang. Namun tak lama kemudian, sekitar 200 demonstran mulai bergerak mendekati polisi dan sejumlah demonstran mulai menyerang polisi. "Terdapat situasi berbahaya saat malam. Hal ini membuat sejumlah penghasut bersembunyi di antara kerumunan massa dan berusaha menciptakan kekacauan. Personel kami diserang dengan senjata berat," tuturnya.

Melihat situasi yang mengkhawatirkan, Garda Nasional AS dikerahkan ke wilayah Ferguson. Namun mereka tetap tidak banyak terlibat karena kepolisian setempat masih bisa menangani massa.

Presiden Obama Kirim Jaksa Agung ke Ferguson
Presiden AS Barack Obama mengirim Jaksa Agung Eric Holder bertolak ke Ferguson, Missouri dari Washington DC untuk menghelat penyelidikan federal lantaran kasus kerusuhan di negara bagian tersebut. "Jaksa Agung akan bertolak pada Rabu (20/8)," kata Barack Obama dalam satu konferensi pers.

Menurut rencana, Holder bakal menggelar pertemuan dengan para penyelidik federal dan lokal di Ferguson. "Agenda Eric Holder adalah membawa perdamaian dan ketenangan di Ferguson," kata Obama sebagaimana warta AP, Selasa (19/8).

Pada Senin, Gubernur Missouri Jay Nixon menurunkan Garda Nasional ke St. Louis, salah satu kawasan di Ferguson untuk menanggulangi merebaknya kekerasan di situ. Kuat dugaan ada serangan-serangan terkoordinasi terhadap warga sipil dan aparat di St.Louis.

Kendati demikian, misi Garda Nasional, imbuh Jay Nixon adalah misi terbatas. Garda Nasional adalah tentara cadangan yang dapat dikerahkan di bawah perintah negara bagian.

Kerusuhan di Ferguson terjadi pada 9 Agustus silam. Kala itu, seorang remaja berkulit hitam Michael Brown ditembak mati polisi setempat. Otopsi terhadap lelaki berusia 18 tahun itu menunjukkan ada enam peluru bersarang di tubuhnya. (AFP/dtc/AP/Kps/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru