Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 16 Februari 2026

Serangan Israel Tewaskan Istri dan Anak Komandan Hamas

*PBB Kecam Hancurnya Gencatan Senjata Hamas-Israel
- Kamis, 21 Agustus 2014 13:11 WIB
341 view
Serangan Israel Tewaskan Istri dan Anak Komandan Hamas
Gaza (SIB)- Gaza kembali memanas. Serangan udara yang kembali dilancarkan Israel menewaskan istri dan anak dari seorang komandan Hamas di Gaza.

Kelompok Hamas menyatakan, serangan udara itu terjadi pada Selasa, 19 Agustus malam waktu setempat dan menewaskan istri dan putri dari kepala militer Gaza. Sang anak baru berumur dua tahun.

"Istri dari pemimpin besar menjadi martir bersama putrinya," kata wakil pemimpin Hamas, Mussa Abu Marzuk seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/8).

Namun tidak disebutkan mengenai nasib komandan Brigade Ezzedine al-Qassam bernama Mohammed Deif tersebut.

Sementara militer Israel menyatakan, pihaknya menggempur lebih dari 25 target di Gaza pada Selasa (19/8), namun tidak dijelaskan lebih rinci.

Kematian ibu dan anak tersebut merupakan yang pertama kali akibat serangan udara Israel di Gaza sejak 10 Agustus lalu. Sebelumnya, konflik antara Israel dan Hamas yang berlangsung lebih dari sebulan telah menewaskan setidaknya 2.020 warga Palestina dan 67 orang di pihak Israel sejak 8 Juli lalu.

Sebelumnya, kelompok bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam mengingatkan, Israel telah membuka pintu neraka bagi dirinya sendiri dengan melancarkan serangan-serangan udara tersebut. Brigade Ezzedine al-Qassam pun mengancam bahwa Israel akan membayar mahal atas kejahatan-kejahatannya.
PBB Kecam Hancurnya Gencatan Senjata Hamas-Israel
Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengecam keras hancurnya kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Menyusul kedua belah pihak kembali melancarkan serangan satu sama lain.

Melalui juru bicaranya, Ban menyampaikan rasa kecewanya atas pecahnya konflik antara kedua belah pihak. Ban pun mengingatkan kepada kedua belah pihak agar bertanggung jawab untuk tidak meningkatkan situasi di Gaza. “Harapan orang-orang di Gaza adalah mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Sementara harapan orang-orang di Israel adalah untuk mendapatkan keamanan yang berkelanjutan pada pembicaraan di Kairo, Mesir,” tutur Ban, seperti dikutip, India Times, Rabu (20/8).

Ban juga mendesak agar kedua belah pihak bisa mencapai pemahaman langsung untuk melakukan gencatan senjata permanen serta membahas masalah mendasar yang melanda Gaza. Seperti diketahui, kembali pecahnya pertempuran antara kedua pihak tersebut dipicu akibat serangan roket yang diluncurkan dari Gaza ke Israel. Roket tersebut dikabarkan jatuh di wilayah terbuka Israel.

Dalam serangan tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa dari kubu Israel. Serangan ini muncul hanya selang beberapa jam sebelum kesepakatan gencatan Hamas dan Israel berakhir. (AFP/dtc/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru